16 Titik Panas Kembali Terpantau

16 Titik Panas Kembali Terpantau

 

JAMBI - Titik api di Jambi terus saja bermunculan. Kemarin ada 16 titik panas terpantau. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi yang juga Wakil Dansatgas  Karhutla Jambi, Hamdan mengatakan, helikopter bantuan BNPB terus melakukan waterbombing.

Dua helikopter difokuskan waterbombing titik api di Kabupaten Tebo.   Dari 10 titik panas, 2 titik berada di Tebo, di Kecamatan Sumay. 2 titik terdapat di Kecamatan Cermin Nan Gedang, Sarolangun. 2  titik di Kecamatan Jujuhan Hilir, Bungo. 2 titik di Tanjung Jabung Timur, di Sadu dan Geragai. 1 titik panas di Kecamatan Batang Asam Tanjung Jabung Barat. 1 titik panas di Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi. Sekitar 10 hektare lahan gambut milik warga Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur terbakar. Upaya  pemadan telah dilakuan Satgas Karhutlah Provinsi Jambi.

\"TERBAKAR:

“Pemadaman tersu dilakukan, baik dari jalur darat hingga jalur udara. Kendala kita,  bombing tidak dapat dilakukan malam hari,” katanya.

Hingga sore kemarin, 2 heliopter bantuan BNPB telah melakukan lebih dari 500 kali waterbombing sejak 24 Juli lalu. Untuk di Tebo, telah dilakukan  bombing dengan helikopter jenis Bell sebanyak 19 kali. Untuk malam akan dilakukan dengan pemadaman darat.

Untuk titik panas, per Juli lalu, di Jambi terpantau sebanyak 41 titik panas yang menyebar di beberapa Kabupaten. ‎Karhutlah ini dianggap musuh dan harus ditangai serius oleh pemerintah.

“Pemerintah telah mengeluarkan banyak uang untuk memadamkan api,” pungkasnya.

\"TERBAKAR:

Terpisah, penindakan bagi pelaku pembakar hutan dan lahan di Jambi tak main-main. Kapenrem 042 Garuda Putih  Mayor Inf Jasman Bangun mengatakan, petugas di lapangan sudah dibekali dengan senjata lengkap. Apabila menemukan pelaku pembakaran langsung ditindak tegas.

“Ini serius, kita tidak ingin mengalami kebakaran seperti tahun 2015,” tegasnya.

\"TERBAKAR:

Sementara itu, darti Tanjab Timur diberitakan, karhutla yang terjadi di Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu, sekitar pukul 17.45 WIB Rabu (2/8) lalu hingga saat ini belum berhasil dipadamkan, bahkan api terus merambat dan telah menghanguskan sekitar 10 hektar lahan. Tim Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Tanjabtim pun, akhirnya meminta bantuan Subgas Udara Karhutla Provinsi Jambi.

Kepala BPBD Kabupaten Tanjabtim Jakfar mengatakan, meski telah diupayakan pemadaman titik api oleh tim pemadam darat. Namun karena titik jauh dari jangkauan tim pemadam darat, usaha tersebut dinilai kurang maksimal. Karenanya, pihaknya pun telah meminta bantuan pemadam api melalui udara dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing.

Sumber: