>

Until Today

Until Today

-karena sebuah aturan kau harus diam kala terjebak dalam rasa sakit, mengorbakan apa yang kau sayangi dan merelakan apa yang kau cintai.”

~Soheila

Hari ini adalah hari keberangkatan Adelard menuju Kanada, Ciel bermaksud mengajak Soheila untuk pergi bersama mengantarkan kepergian Adelard sekaligus mengenalkan Soheila kepada sahabat satu – satunya tersebut. Awalnya Soheila dan Ciel akan berangkat bersama, namun Ciel harus memaklumi kala Soheila mengatakan dia harus menemani Mariana pergi ke dokter. Dan disinilah Ciel berakhir bersama Adelard, menunggu Soheila dalam kebosanan di meja ujung kafe yang berada tidak jauh dari bandara.

“Apa semua wanita memang sangat lambat?” Tanya Adelard menatap Ciel yang hampir saja tertidur karena bosan menunggu Soheila.

“Tidak, aku yakin ini pasti karena nenek lampir itu menahan Soheila. Sedari awal nenek lampir itu memang menyebalkan,” Sungut Ciel yang tahu bahwa sebenarnya Mariana menahan Soheila agar tidak pergi bersamanya entah apa alasannya.

Mendengar perkataan Ciel, Adelard mengernyitkan dahinya bingung. Pasalnya ini pertama kalinya Ciel menjuluki seseorang, “Siapa nenek lampir yang kau maksud?” Tanya Adelard sambil menyesap kopinya yang tinggal sedikit lagi.

“Soheila tinggal dengan wanita tua yang sangat menyebalkan, kau tahu bahkan dia dengan berani – beraninya menjewer kupingku di depan Soheila, dan terkadang aku merasa dia menghalang – halangi ku untuk dekat dengan Soheila.” Ujar Ciel menggebu – gebu.

Adelard tiba tiba berdiri dan meinggalkan Ciel begitu saja, sebelum benar – benar pergi dia memberi kode kepada Ciel bahwa dia memiliki panggilan Alam yang membuatnya harus bergegas menuju toilet.

***

Soheila merasa bingung dengan Mariana, tidak biasanya Mariana meminta ditemani seperti ini. Soheila menjadi curiga bahwa Mariana kini tengah menghalanginya untuk pergi bersama Ciel. Setelah kunjungan rutin ke dokter, Mariana meminta berjalan kaki padahal Soheila tahu bahwa Mariana sering mengeluh sakit kaki jika berjalan lama, dan mengajak Mariana untuk menghampiri beberapa toko, hanya melihat – lihat begitu lama dan keluar tanpa membeli apapun, membuat Soheila semakin yakin bahwa Mariana tengah menghalanginya.

“Apa nenek tidak suka jika aku bersama Ciel?” Tanya Soheila yang kini tengah melihat – lihat toko Aksesoris bersama Mariana. Soheila mendapati Mariana tegang untuk sesaat dan Soheila yakin pertanyaan tidak salah, Mariana tidak menyukai Soheila dekat – dekat dengan Ciel.

“Apa jika nenek katakan tidak, Soheila akan menjauhi Ciel?” Tanya Mariana berusaha tenang meunggu respon Soheila.

“Mengapa?” Tanya Soheila dingin, kali ini tidak ada tatapan ramah penuh kasih yang diberikan oleh Soheila pada Mariana, hanya ada tatapan kosong dan dingin.

“Tidak ada alasan spesifik, hanya saja nenek tidak menyukai Ciel dan nenek paling tahu apa yang baik serta yang buruk untukmu,” ujar Mariana membalas Soheila dengan senyum meremahkan seolah dirinya benar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: