Until Today

Mariana kesal karena kelakukan Soheila dan Ciel yang menyuruhnya tinggal di rumah padahal Mariana sangat ingin mengantar Ciel menuju Kanada. Marian sudah tua, bahkan ia tidak tau kapan ia akan menjemput tuhannya, karena itu Mariana sangat menghargai setiap moment dalam hidupnya, jika saja umurnya masih panjang dan terjamin hingga Ciel kembali ke Indonesia mungkin Mariana tidak akan sekecewa ini, namun tidak ada yang tahu apa itu hidup sesungguhnya membuat kekesalan Mariana semakin menjadi karena tidak diperbolehkan ikut.
Mariana hanya menatap kosong rumahnya, rumahnya biasanya akan ramai dengan Soheila dan Ciel, pecakapan mereka, pertengkaran mereka, membuat suasana rumah Mariana hidup lebih dari biasanya. Bahkan belum genap dua jam ditinggal oleh Soheila dan Ciel, Mariana sudah merasa hampa serta kosong, rumahnya terlalu sunyi untuk dirinya, lagipula siapa yang ingin tinggal sendirian di rumah sebesar ini.
Berniat untuk memasak sambil menunggu Soheila pulang, Mariana harus mengurungkan niatnya ketika dua mobil berhenti tepat di depan rumahnya, satu mobil yang ia kenali miliki Ciel namun tidak ada Soheila yang turun dari mobil itu hanya Ciel dan Samuel, melihat Samuel membuat Mariana terkejut dan segera bergegas membuka pintu, lalu dari mobil lainnya terlihat Soheila yang dengan seorang pria yang kisaran usianya tidak beda jauh dengan Samuel dan Ciel, membuat Mariana bertanya – Tanya siapa dia, belum lagi Mariana merasa sedikit risih dengan tangan pria tersebut yang terus tersampir memeluk pinggang Soheila.
Mariana yang tadinya ingin menghampiri Samuel segara mengurungkan niatnya dan menghampiri Soheila, dengan cepat Mariana melayangkan satu pukulan keras di belakang kepala pria yang memeluk pinggang Soheila, Dave.
“Heh anak kurang ajar! Seenaknya ya meluk anak perempuan orang!” Ucap Mariana dan segera menarik Soheila ke sisinya, Ciel dan Samuel yang melihatnya tersenyum puas dan ingin tertawa namun mereka menahannya, tak urung hal itu disadari oleh Dave yang membuat Dave menatap tajam terhadap mereka.
Melihat tatapan tajam Dave pada Ciel dan Samuel membuat Mariana semakin kesal dan memukul Dave sekali lagi. Dave melayangkan tatapan kesal pada Mariana, namun melihat raut wajah Mariana yang tidak kalah sangar membuat Dave tiba – tiba kikuk dan memalingkan mukanya, lagipula ia tau sopan santun untuk tidak bersikap kurang ajar terhadap orang yang lebih tua darinya.
“apa natap – natap gitu?!” Tanya Mariana menantang Dave, Dave hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, bingung harus menjawab apa.
“Maaf nek, buk, mbak. Bude.” Ujar Dave bingung panggilan apa yang harus ia sematkan pada Mariana, Ciel dan Samuel yang melihatnya tak dapat menahan tawa mereka lagi dan menertawakan Dave, sedang Soheila ia hanya meringis dan ikut terkekeh pelan melihat interaksi yang terjadi antara Mariana dan Dave.
“Nek, ini Dave,” Ujar Soheila mengenalkan Dave pada Mariana, “Dave, kakak Soheila.” Lanjut Soheila lagi.
Mariana yang mendengarnya mengangguk – anggukkan kepalanya, dan menyodorkan tangannya pada Dave, Dave yang bingung mengapa Mariana menyodorkan tangannya membuat Dave mengambil dompet dan memberikan Mariana uang, berpikir jika Mariana meminta uang. Samuel dan Ciel yang melihatnya kembali tak bisa menahan tawa, sebentar lagi Dave akan menemui ajalnya, pikir mereka berdua.
Melihat kelakukan Dave membuat Soheila menepuk jidatnya pelan, Bagaimana bisa Dave berpikiran Mariana sedang meminta uang padanya, memangnya Dave siapa untuk Mariana. Mariana yang sudah kesal dan murka sedari awal bertambah marah dan tidak suka terhadap Dave membuat Mariana segera menarik tangannya sebelum Dave meletakkan uang – uang itu ditangannya.
Tak ingin melihat Dave lebih lama, Mariana segera masuk kekerumah mengajak Soheila, Ciel dan Samuel. Namun sebelum mengikuti Mariana menuju dalam rumah, Ciel dan Samuel mempraktikkan apa yang sebenarnya Mariana inginkan.
“Ayo nak salam dulu ibu,” Ujar Ciel pada Samuel seolah Ciel adalah Mariana, menyodorkan tangan pada Samuel.
“Baik bu,” Dengan hikmat Samuel menarik tangan Ciel, dan menyalimnya. Membuat Dave tersadar, dia berada di negara timur dimana semuanya menjujung sopan santun dan sebuah keremahtamahan, apa – apannya kelakukannya tadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: