Behind: Impossible

“Kenapa harus kupu – kupu? Karna Cuma kupu – kupu yang paling tau, bagaimana rasanya menjadi indah sesaat lalu pergi begitu saja.”
-Danu
“Bajingan! Berani – beraninya lo nyentuh gue!” teriak Kirana kesal sambil melempari Danu dengan sembarang benda yang bisa ia gapai di sekitarnya.
“Dih, siapa juga yang mau nyentuh lo!” Teriak Danu lagi sambil terus mengelak dari beberapa lemparan barang oleh Kirana.
“Bibir seken aja belagu!’ Sarkas Danu menyindir Kirana, Kirana yang mendengar sindiran Danu menjadi lebih tidak terkendali melempari Danu dengan barang – barang di sekitarnya.
“Apa lo bilang?! SEKEN!” Teriak Kirana kesal pada Danu dengan mata memerah, “Harga lipstik gue aja lebih mahal dari harga diri lo!” teriak Kirana kesal kali ini Kirana berlari mengejar Danu dengan membawa sebuah tongkat di gengamannya.
“Sini lo!” Suruh Kirana, merasa Kirana sudah dalam mode tidak main – main, membuat mode alarm bahaya aktif di kepala Danu, dengan kekuatan penuh Danu berlari mengelili kamar kosan Keken guna menghindari Kirana yang kini tengah membabi – buta, wanita dengan segala emosinya memang menakutkan.
“Yang gue bilang bener adanya!” Ujar Danu lagi sambil terus menghindar setiap pukulan yang akan dilayangkan Kirana dengan tongkatnya.
“ARGH” Teriak Kirana kesal, sungguh dirinya terluka dengan perkataan Danu, walau itu nyata atau memang faktanya tidak sepantasnya Danu mengatakan hal itu kepadanya, bahkan Danu saja tidak mengetahui apa yang sebenarnya.
“Lain kali lo harus mikir apa yang mau lo ucapin sebelum lo ucapin!” Teriak Kirana kesal, kali ini nada suara Kirana sedikit bergetar dengan mata memerah yang kini mehanan tangis.
“Lo nggak tau yang sebenarnya dan lo nggak pantas untuh tahu serta nila gimana kehidupan gue!” teriak Kirana kesal dengan air mata yang kini mengalir deras.
“Lo nggak tau apa – apa tentang gue, jadi lebih baik lo diam!” tunjuk Kirana lagi.
Danu tersentak dengan reaksi Kirana, dirinya tidak menyangkan bahwa Kirana akan sampai seperti itu karena perkataannya, dirinya tidak benar – benar bermaksud, hanya saja itu sebuah spontanitas yang ia lakukan, ah, jika tahu begini Danu menyesal mengatakannya, mulutmu harimau memang hal yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana bisa sepatah kata bisa membunuhmu
“Kirana?” Tanya Danu kala mendapati Kirana dalam keadaan diam dengan kepala yang tertunduk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: