>

Behind: Impossible

Behind: Impossible

 

“Peduli itu perlu, malah diharuskan. Tapi jangan sampai ‘terlalu’, karena semua yang berlebihan itu nggak pernah bagus, adakalanya kita harus tau, bahwa tidak semua harus dilakukan.”

-KiranayangnggaksukaDanu

Danu menatap Kirana dengan tatapan penuh Tanya, tidak sedikitpun perasaan menyesal ada pada Danu setelah mencekik Kirana hingga Kirana jatuh pingsan, Danu menunggui Kirana bangun dan berniat untuk mengambil gelang kupu – kupu yang ada di tangan Kirana sebelum Kirana bangun, namun Danu tidak mendapati apapun di pergelangan Kirana. Kesal, karena tidak mendapati gelang Kirana, Danu menghempaskan barang yang tidak jauh darinya.

Karena Kirana tak kunjung bangun, Danu memutuskan untuk keluar Kamar sekaligus mencari makanan dan minuman untuk Kirana saat sadar nanti, sebelum pergi Danu memastikan bahwa pintu Kamar dimana Kirana terbaring, terkunci dengan rapat.  Mendengar suara pintu yang tertutup Kirana segera membuka matanya, Kirana sudah sadar sejak lama namun ia tak berniat untuk membuka matanya di hadapan Danu.

“Akh,” Rintih Kirana kala pusing mendera kepalanya. Kirana memejamkan matanya beberapa saat guna meredakan rasa sakit yang Ia rasakan. Setelah di rasa tidak terlalu pusing, Kirana mulai memperhatikan sekelilingnya.

Kamar yang sangat rapi dan terlihat maskulin, Kamarnya tidak terlalu besar, dengan buku dan beberapa fuguran marvel yang terpajang dan terususun rapi di lemari, Kirana yakin bahwa ini Kamar Danu. Seolah teringat sesuatu, Kirana menggeladah Kamar Danu, dengan tergesa – gesa Kirana mengecek satu persatu laci – laci dan lemari Danu.

Awalnya Kirana tak ingin tahu menahu tentang Danu, namun mendengar Danu menyebut nama Veera membuat Kirana yakin bahwa Danu mengetahui sesuatu tentang Veera, dan lagipula interaksi Danu dan Keken terlihat tidak biasa, Kirana harus mewaspadai segala orang yang bersangkutan dengan Veera.

Kirana mendapati kumpulan foto Veera dan Keken di laci paling bawah lemari Danu, dan beberapa dokumen serta data pribadi Keken dan Veera. Kirana menatap bingung dengan apa yang ia temukan, bertanya – Tanya mengapa Danu memerlukan ini semua. Kirana mencoba mencari tahu lebih dalam lagi, hal apa saja yang diketahui oleh Danu.

Tak jauh dari tumpukan dokumen tentang Veera dan Keken, Kirana melihat kotak kecil yang membuat Kirana penasaran isinya, segera Kirana ambil, Kirana mecoba menggoyangkan kotak itu untuk mengetahui apa isinya, dan hanya suara gemerincing yang terdengar sangat banyak. Kirana membuka tutup kotak tersebut, dan melihat banyaknya gelang berbandul kupu – kupu yang sudah Hancur.

Kirana bernafas lega, kala Danu tidak dapat menemukan gelang kupu – kupu yang sengaja ia jatuhkan di kamar kosan Keken, setelah merasa cukup, Kirana mengembalikan segala hal yang ia periksa tadi ke tempatnya dan menyusunnya dengan posisi semula. Disaat yang bersamaan, Kirana mendengar suara kunci pintu dengan tergesa Kirana menaiki Kasur dan memulai aktingnya seolah ia baru saja sadar.

Danu melihat Kirana sadar dan tengah memegangi kepalanya, segera Danu mendekat menuju Kirana dan mencoba memeriksa Kirana. Saat ingin menyentuh Kirana, tangan Danu segera ditepis oleh Kirana.

“Nggak usah,” Sinis Kirana.

“terserah, nih makan!” ujar Danu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: