>

Behind: Impossible

Behind: Impossible

 

-Everyone has secrets, like you, like me, and the others. And you don’t to know everything-

-Danu

Setelah mengantarkan Kirana, Danu pergi begitu saja. Otaknya telalu rumit untuk mencerna seluruh masalah sekarang, Dari Kirana yang tiba – tiba datang dan mengetahui tentang Veera, dan Keken yang mulai menatapnya curiga, tentu saja Danu tahu bahwa Keken mulai curiga padanya, dirinya tidak sebodoh itu untuk tidak peka pada situasinya sekarang.

Danu mengambil topeng yang menutupi hampir setangah wajahnya, setelah menghabiskan satu batang rokok di depan gedung tua yang letaknya tak jauh dari keberadaan Danu sekarang, Danu segera memakai topengnya dan berjalan menuju gedung tua tersebut.

Aroma alkohol dan rokok yang bercamput menjadi udara penyambut kedatangan Danu, botol – botol bekas minuman keras dan punting rokok berserakan di mana – mana, beberapa dari mereka yang memakai topeng mabuk sambil tertawa terbahak – bahak, sedang sebagian dari mereka hanya menikmati minuman mereka sambil menonton keadaan sekitar mereka.

Gedung tua ini merupakan markas penyeludupan narkoba, dan barang illegal terbesar di daerahnya, tempat ini sangat terpencil dan jarang dilalui oleh manusia, benar – benar pas, bahkan pemerintah atau polisi setempat sulit untuk menemukannya. Mereka yang terlibat transaksi disini selalu menggunakan topeng dan memakai pas kode setiap ingin melakukan transaksi guna merahasiakan diri masing – masing. Danu menjadi salah satu bagian dalam transaksi ini, Danu selalu membeli dokumen dan informasi illegal dari mereka yang memiliki organisasi.

“Ingin minum sampanye denganku, oh jangan lupakan bahwa jeruk sangat nikmat di siang hari.” Ucap Danu pada penjaga yang menjaga lantai dua. Kata sampanye menandakan bahwa Danu merupakan orang yang datang ke sini, sedang jeruk menunjukkan bahwa ia memesan informasi pukul 12 siang hari. Mengerti ucapan Danu segera orang itu membukakan pintu untuk Danu.

Terlihat beberapa dari orang yang familiar untuk Danu tengah berbincang, entah apa yang mereka perbincangkan Danu tidak peduli. “Kirana,” Danu memberikan kata kunci sambil meletakkan sejumlah uang yang dibutuhkan, telihat satu orang dari mereka segera menghitung jumlah uang yang diberikan Danu, Setelahnya memberi kode pada orang yang berdiri di belakangnya untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan Danu.

“Kami mencari beberapa orang yang sesuai dengan penjelasanmu, lihatlah, adakah salah satu?” ujar orang yang memberikan dokumen itu pada Danu. Segera Danu memeriksa dokumen – dokumen tersebut dan saat melihat adanya foto Kirana, Danu mengangguk lalu pergi begitu saja.

Danu berjalan menjauh dari gedung tersebut menuju tempat dimana ia memarkirkan motornya, segera Danu melepas topengnya dan pergi meninggalkan tempat tersebut. Hanya karena dendam, Danu mempertaruhkan apa yang segala ia punya hingga ia berani pergi ke tempat tersebut, Danu mempertaruhkan kehidupannya untuk membalas dendam, dan semuanya harus berhasil. tanpa Danu sadari, seseorang tak sengaja melihat kepergiannya, dengan tatapan sendu orang tersebut menatap kepergiaan Danu, lalu melihat gedung tua yang tengah ia tuju.

“Danu,” ujar orang itu pelan.

***

Dafa memijit pelipisnya pelan, awalnya Dafa ingin menuju taman di rumahnya guna menghilangkan beban pikiran yang terus bercokol di benaknya, namun dirinya malah berakhir di ruang kerjanya. Entahlah, ini semua karena wanita bernama Keken yang tak sengaja ia jumpai di minimarket tadi, jam sudah menunjukkan pukul dua dan Dafa tidak dapat memejamkan matanya sama sekali, padahal esok harinya dirinya harus menghadari rapat dengan salah satu perusahaan besar yang akan berkerja sama dengan perusahaanya, walau perusahaanya tergolong perusahaan yang juga besar, namun kali ini terasa penting karena posisinya pasti tidak akan mudah agar perusahaan yang ia incar turut menandatangani kerja sama sesuai syarat dan ketentuan yang sudah ia perhitungkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: