>

Rumit, bagaimana menjelaskannya?

Layaknya sulit namun tidak menyulitkan, dikatakan mudah namun ia butuh banyak penyelesaian

Rumit, bagaimana mengatakannya?

Ada, namun terasa begitu hampa. Tiada, nyatanya ia benar adanya.

Rumit.

-CeritatentangCipta

>>>***<<<

Dari kejauhan Magenta dan Jeje melihat Cipta, Saka dan Windi bersama, dua dari tiga orang itu terlihat sangat bahagia, sedang satunya terlihat seperti terpaksa bahagia, Cipta. Sama dengan Cipta dan Windi yang menghabiskan sabtunya bersama, Jeje dan Magenta juga begitu, hanya saja mereka memiliki tujuan yang berbeda. Jika Windi dan Cipta berkencan, maka Jeje dan Magenta bekerja, mencari alat – alat dan bahan untuk memperbaiki sepatu.

“Gue nggak suka Windi, entah apapun alasannya gue nggak suka Windi. Mau semua orang bilang Windi adalah orang yang paling menderita di dunia ini, gue tetep nggak akan pernah suka sama Windi.” Ucap Magenta tidak suka.

Jeje melihat Magenta heran, mungkin semua orang mengetahui Magenta sebagai wanita bisu, termasuk Cipta. Padahal Magenta hanya tidak ingin bicara saja, dan saat mendengar Magenta mengeluarkan suaranya maka Jeje paham betul bahwa Magenta benar – benar tidak suka pada apa yang kini ia bicarakan kini.

“Jangan sembarangan bilang gitu, kalo bukan di depan gue, jangan gitu,” Nasehat Jeje terhadap kebiasaan buruk Magenta yang jika sudah membenci atau tidak menyukai sesuatu maka akan mengataknnya dengan gamblang tanpa memikirkan perasaan orang – orang disekitarnya.

“Tapi gue bener – bener nggak suka Je, dan lagian kenapa Cipta bodoh banget suka sama cewe uler kek gitu,” Komentar Magenta kesal.

Jeje tersenyum tipis mendengar julukan yang diberikan Magenta terhadap Windi, “Cemburu?” tanya Jeje.

Mendengar pertanyaan Jeje, Magenta mendelik kesal. Untuk apa cemburu, Magenta hanya tidak suka dan tidak ingin sahabat – sahabatnya terluka, terutama Cipta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: