
“Adakalanya sesuatu yang sangat kita inginkan itu terasa seperti pasir, semakin digenggam semakin ia hilang. Dan satu – satunya jalan adalah melepaskan, bukan karena menyerah. Hanya saja, itu lebih baik, dibanding ia musnah begitu saja.”
-Cipta
>>>***<<<
Tidak jauh dari jarak Cipta, ada Jeje dan Magenta yang tengah serius berbincang. Cipta tidak tahu sejak kapan ada mereka di sana, hanya saja jika dilihat – lihat sepertinya sudah lama, terlihat dengan bagaimana kantung belanjaan Jeje dan Magenta yang terletak tak jauh dari mereka, dibiarkan, sedang mereka asyik berbincang.
“Jeje, Magenta,” Panggil Cipta sambil melambaikan tangannya. Jeje dan Magenta turut melambaikan tangan mereka juga. Cipta segera mengiring sepedanya mendekati Jeje dan Magenta.
“Habis pada belanja ya?” tanya Cipta.
“Biasaaa,” Jawab Jeje, sedang Magenta hanya mengangguk, ia kembali pada mode tidak ingin bicara. Entahlah, Magenta dan dunianya memang sulit dimengerti.
“Taro barangnya di keranjang sepeda gue aja,” Suruh Cipta yang langsung dipatuhi oleh Jeje dan Magenta. Setelahnya Cipta mengiring sepedanya dan berjalan bersama Jeje dan Magenta.
“Kenapa nggak dinaikin aja sepedanya Cip, kan sayang gitu jok sepeda lu dianggurin,” Komentar Jeje yang berjalan di samping kiri Cipta.
Cipta memutar bola matanya malas, “Magenta naik, kita tinggalin Jeje curut nih!”
“Nah, napa gue ditinggalin?” tanya Jeje, “Lo kata tadi sayang nih jok sepeda dianggurin!” Jawab Cipta. Jeje mencerna beberapa saat maksud Cipta, setelah paham apa yang dimaksud dengan Cipta, Jeje hanya cengengesan tidak jelas.
“Oh gitu ya, nggak usah, jalan aja kita, gue kagak mau ditinggalin.” Ujar Jeje, menampilkan cengiran khas dirinya.
Magenta diam, dirinya tidak berminat sama sekali untuk ikut andil dalam bahasan Jeje dan Cipta. untuk beberapa alasan, jika bersama Cipta dan Jeje, Magenta hanya ingin menjadi pendengar, bukan berarti ia menyembunyikan kebenaran tentang dirinya terhadap Cipta, suatu saat Magenta akan memberitahunya, tidak sekarang. Lagipula, sejauh ini, hanya bersama Jeje, Magenta akan merasa baik – baik saja saat mengeluarkan suaranya.
“Tadi kencan sama Windi?” tanya Jeje, Cipta menganguk, “Iya,”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: