PTPN IV Regional III Berhasil Tekan Emisi Karbon 88.608 Ton per Tahun
PTPN IV Regional III Berhasil Tekan Emisi Karbon 88.608 Ton per Tahun-Ist-
PEKANBARU, JAMBIEKSPRES.CO.ID — PT Perkebunan Nusantara IV Regional III Provinsi Riau mencatat keberhasilan menekan emisi hingga 88.608 ton karbondioksida ekuivalen (CO2e) per tahun melalui pengoperasian enam instalasi Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg).
Pengurangan emisi karbon tersebut diperoleh dari pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang diolah menjadi sumber energi baru terbarukan di wilayah operasional perusahaan.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan pengurangan emisi ini menjadi wujud nyata kontribusi PTPN IV PalmCo terhadap kelestarian lingkungan. "Inisiatif yang telah kita tempuh menjadi bukti yang relevan akan inisiatif dan komitmen PTPN IV PalmCo dalam menjaga dan melindungi bumi,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya diterima di Pekanbaru, Selasa dikutip dari Antara.
Bambang menjelaskan, enam fasilitas pembangkit yang berada di lingkungan Regional III tersebut terdiri atas empat instalasi biogas co-firing, yakni PTBg Sei Pagar, Lubuk Dalam, Sei Tapung, dan Sei Rokan. Selain itu, terdapat dua instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang mengubah POME menjadi energi listrik, yaitu PLTBg Terantam dan Tandun.
BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan Lewat Ekosistem Digital InaExport
PTBg Sei Pagar yang berlokasi di Kabupaten Kampar memanfaatkan teknologi CSTR guna mengolah POME menjadi bahan bakar boiler, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar biomassa konvensional. Sementara itu, PTBg Lubuk Dalam di Kabupaten Siak mencatatkan prestasi sebagai instalasi pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca dan resmi masuk dalam skema perdagangan karbon.
"Di Lubuk Dalam kita melihat bagaimana pengurangan emisi dapat berkembang menjadi nilai tambah. Ada pengelolaan limbah, ada energi yang kita hasilkan, ada efisiensi dan ada peluang dari perdagangan karbon," ujar Bambang.
Instalasi lainnya, PTBg Sei Tapung di Kabupaten Rokan Hulu, mengusung teknologi covered lagoon atau CIGAR dengan kapasitas sekitar 20.000 meter kubik. Beroperasi sejak awal 2023, fasilitas yang mampu menghasilkan 700 Nm3 biogas per jam ini berpotensi menekan emisi hingga 37.256 ton CO2e per tahun sekaligus mengalihkan bahan bakar boiler dari cangkang ke biogas, sehingga cangkang dapat dialihkan sebagai biomassa energi.
BACA JUGA:Perluas Akses Pasar UMKM Lokal, PTPN IV PalmCo Ikut Sertakan 7 Mitra Binaan di JBC Festival
Sementara untuk PTBg Sei Rokan di Kabupaten Rokan Hulu, yang berlokasi berdampingan dengan PKS Sei Rokan, menjadi instalasi terbaru yang resmi beroperasi sejak awal November 2025 melalui skema co-firing. Adapun PLTBg Terantam dan PLTBg Tandun di Kabupaten Kampar memanfaatkan biogas POME sebagai bahan bakar mesin pembangkit untuk menghasilkan listrik yang terintegrasi langsung dengan operasional pabrik.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




