PTPN IV Buka Kebun Adolina Jadi Ruang Edukasi Petani Simalungun Demi Akselerasi Produktivitas Sawit Rakyat
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa--
MEDAN, JAMBIEKSPRES.CO.ID — PTPN IV PalmCo melalui Regional 2 membuka akses edukasi lapangan di Kebun Adolina bagi 126 pekebun sawit asal Kabupaten Simalungun peserta Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026. Langkah ini dilakukan PTPN IV guna menautkan materi pelatihan dengan praktik tata kelola kebun secara langsung di lapangan demi mempercepat peningkatan produktivitas sawit rakyat.
Kunjungan edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelatihan teknis budidaya kelapa sawit yang digelar oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS)–PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan Ditjen Perkebunan di Medan pada 13–19 September 2026. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menilai penguatan kapasitas pekebun merupakan fondasi penting dalam mendorong produktivitas kebun rakyat.
BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan Lewat Ekosistem Digital InaExport
“Peningkatan produktivitas harus dibangun melalui penguatan kapasitas pekebun, penerapan praktik budidaya yang tepat, serta pembelajaran langsung dari tata kelola perkebunan yang telah berjalan secara terukur,” ujar Jatmiko K. Santosa.
Upaya penguatan kapasitas ini sangat krusial mengingat adanya kesenjangan produktivitas yang cukup signifikan di Kabupaten Simalungun. Kebun swadaya masyarakat di daerah tersebut rata-rata hanya menghasilkan 12–15 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, jauh di bawah capaian perkebunan perusahaan yang mampu menembus rata-rata 24 ton TBS per hektare per tahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, menyebutkan bahwa luas perkebunan sawit rakyat di wilayahnya mencapai 38.905,5 hektare dengan total produksi 317.771 ton TBS. Besarnya potensi lahan ini dinilai dapat memberikan dampak ekonomi besar jika penerapan Good Agricultural Practices (GAP) seperti pemupukan berimbang, pengendalian gulma, dan pemantauan OPT dijalankan secara konsisten.
BACA JUGA:Perluas Akses Pasar UMKM Lokal, PTPN IV PalmCo Ikut Sertakan 7 Mitra Binaan di JBC Festival
“Produktivitas perkebunan swadaya selama ini selalu lebih rendah dibandingkan perusahaan. Inilah yang harus kita ubah,” tegas Jenri.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, M. Yusuf Lubis, turut mengingatkan pentingnya penggunaan bibit unggul bermutu sejak awal guna menjamin keberhasilan budidaya.
“Jangan tanam sekarang, lima tahun kemudian baru tahu hasilnya gagal. Sudah capek menunggu bertahun-tahun, hasilnya tidak memuaskan,” ujar Yusuf.
Melalui program edukasi di Kebun Adolina, PTPN IV berharap transfer pengetahuan dan standar operasional perkebunan dapat diadopsi langsung oleh para petani, termasuk dalam memanfaatkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta bantuan sarana produksi dari pemerintah.
“Kami ingin pengetahuan dan praktik yang dipelajari dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing kebun, sehingga peningkatan produktivitas benar-benar terlihat dalam keberjalanan pengelolaan kebun petani,” tutur Jatmiko.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




