PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan Lewat Ekosistem Digital InaExport
PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor Komoditas Perkebunan Lewat Ekosistem Digital InaExport--
JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID— PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) memperluas jaringan dan akses pasar ekspor untuk berbagai produk komoditas Perkebunan unggulannya melalui integrasi dengan ekosistem digital InaExport milik Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag guna memperkuat promosi dan mempertemukan produk perkebunan nasional dengan calon pembeli internasional yang terverifikasi.
Ruang lingkup kerja sama antara PTPN IV PalmCo dan Kemendag ini mencakup pengembangan dan perluasan pasar ekspor untuk sejumlah komoditas utama yang dikelola perusahaan, antara lain kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir, serta pelaksanaan kegiatan promosi dagang bersama. Platform InaExport sendiri bertransformasi dari sekadar portal informasi menjadi ekosistem layanan bisnis ke bisnis (B2B) terpadu.
BACA JUGA:Produk Kriya Binaan PTPN IV PalmCo Curi Perhatian Ibu Wapres Selvi Gibran di Kriyanusa 2026
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa menyampaikan bahwa akses terhadap jaringan pasar internasional yang terintegrasi merupakan kebutuhan krusial bagi perusahaan perkebunan berorientasi ekspor.
"Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport," kata Jatmiko, Sabtu (26/09/2026).
Jatmiko menambahkan, PTPN IV PalmCo yang merupakan entitas bertahan (surviving entity) hasil penggabungan anak usaha PTPN Group ini akan memanfaatkan penuh fasilitas promosi dan perdagangan digital tersebut.
"Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien," ujarnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pengembangan platform InaExport mengusung konsep discovery commerce untuk membantu pelaku usaha dan BUMN meluaskan jangkauan pasarnya di luar negeri.
"Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya," kata Budi dalam acara soft launching InaExport di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
"Melalui InaExport, kita menerapkan konsep discovery commerce, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




