DISWAY BARU

Kunci Daya Saing Industri Sawit Nasional Ala PalmCo

Kunci Daya Saing Industri Sawit Nasional Ala PalmCo

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa --

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mengungkap sejumlah tantangan serius yang dihadapi industri kelapa sawit nasional saat ini.

Dalam paparan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa pada sebuah forum industri di Yogyakarta bulan lalu, Jatmiko menyebutkan tantangan yang dihadapi serta faktor kunci penguatan industri yang diperlukan untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan sektor sawit Indonesia.

BACA JUGA:Kado HUT RI ke-80, Harga BBM Seluruh Indonesia Turun, Berikut Harga Baru BBM Kamis 7 Agustus 2025

Menurut Jatmiko, meskipun crude palm oil dari sawit masih menjadi edible oil dengan jumlah produksi dan konsumsi terbesar di dunia, namun produktivitasnya sendiri cenderung stagnan. Termasuk produksi CPO nasional sendiri.

“Jika kita lihat dalam 5 tahun terakhir, CAGR (tingkat pertumbuhan pertahun) produksi sawit kita hanya sekitar 1%. Tidak ada lonjakan signifikan. Tapi vegetable oil lain seperti soybean dan rapeseed justru mengalami kenaikan tajam dengan CAGR mencapai 3 - 6%,” kata Jatmiko.

BACA JUGA:PC IPNU Batang Hari Dukung Penertiban Kotak Amal Yayasan Terafliasi NII, Armansah: Tak Ada Tempat Radikalisme

Terlebih lagi di sisi harga, CPO yang dulu lebih murah, belakangan harganya juga di atas rapeseed.

BACA JUGA:PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar Raih Paritrana Award 2025 dari BPJS Ketenagakerjaan

Kondisi itu menurut Jatmiko perlu diantisipasi agar industri sawit Indonesia tetap mampu bersaing ditengah global tren yang mempengaruhinya, mulai dari macroeconomic headwinds, tensi geo politik, perubahan iklim hingga tekanan atas isu keberlanjutan.

“Kita sering sesumbar CPO paling produktif dengan harga paling kompetitif. Saat ini kondisinya mulai berbeda. Jika terlena, kita akan tergilas,” ujarnya.

BACA JUGA:PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar Hadiri Rapat Pemanfaatan Dana CSR untuk Pengolahan Sampah di Provinsi Jambi

Untuk itu, menurutnya ada beberapa penguatan yang dapat dijalankan oleh pelaku industri agar sawit Indonesia di masa BANI ini. Yang pertama ketersediaan bibit sawit unggul bagi petani rakyat yang sejatinya memegang porsi terbesar pada komposisi luasan kebun Indonesia.

“Saat ini produksi bibit sawit bersertifikat dari 20 produsen benih resmi yang ada mencapai 4,1 juta stut. Untuk kecambah, produksinya menyentuh 241 juta. Dari sisi jumlah sudah memenuhi estimasi 2025 di angka 151 juta. Namun tantangannya ada pada keunggulan varietas sehingga didapatkan bibit dengan produktivitas yang mumpuni,” terangnya.

BACA JUGA:PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar dan P3RI Fasilitasi Penyerahan Kematian Ahli Waris

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait