Setelah IAIN Menjadi UIN, Apa yang Sebenarnya Berubah?
Judul buku: Transintegrasi Ilmu--
Namun, di sinilah persoalan berikutnya muncul.
Menyatukan Fakultas Ushuluddin dengan Fakultas Sains dan Teknologi dalam satu universitas belum
otomatis mengintegrasikan ilmu keduanya. Fakultas Kedokteran dapat berada satu kompleks dengan
Fakultas Syariah, tetapi dosen dan mahasiswa keduanya mungkin hampir tidak pernah mengerjakan
persoalan ilmiah yang sama.
Kita kemudian mempunyai universitas yang terintegrasi secara administratif, tetapi masih
terfragmentasi secara epistemologis.
Buku ini menawarkan istilah transintegrasi untuk bergerak melampaui keadaan tersebut.
Transintegrasi bukan sekadar menambahkan ayat Al-Quran ke dalam materi ilmu umum. Bukan pula
memberi mahasiswa sains beberapa mata kuliah agama lalu menganggap persoalan integrasi selesai.
Yang diinginkan ialah interaksi yang lebih dalam antara wahyu, akal, pengalaman empiris, etika, dan kebutuhan nyata manusia. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




