JAMBI EKSPRES EPAPER

FKIK Unja Beri Layanan Kesehatan Komprehensif untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

FKIK Unja Beri Layanan Kesehatan Komprehensif untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

FKIK Unja Beri Layanan Kesehatan Komprehensif untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia--

JAMBIEKSPRES.CO.ID - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (FKIK Unja) menggelar pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional di Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Klang, Selangor, Malaysia, (Senin, 28 September 2026). Kegiatan ini menyasar anak dan remaja dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selama ini aksesnya terbatas terhadap layanan Kesehatan yang komprehensif.

BACA JUGA:Tunggakan Bertahun-tahun Lunas dengan Bayar Satu Tahun, Warga Manfaatkan Pemutihan Pajak Jambi

Program bertajuk Satellite Program for Comprehensive Healthcare Services for Children and Adolescents at PPWNI Klang, Selangor, Malaysia ini dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIK Unja, Dr. Ummi Kalsum, SKM., MKM. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama PPWNI Klang. “Anak-anak dan remaja di sini adalah bagian dari generasi Indonesia. Kondisi sosial dan lingkungan mereka membuat tidak semua bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap, karena itu kami datang membawa pemeriksaan kesehatan dasar yang komprehensif sekaligus edukasi,” ujar Dr. Ummi Kalsum.

BACA JUGA:Istri dan Mertua Rencanakan Pembunuhan Budi, Bayar Eksekutor Rp85 Juta

Menurutnya, ada sejumlah persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian pada kelompok sasaran, mulai dari status gizi, kesehatan gigi dan mulut, gangguan penglihatan dan pendengaran, anemia, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan mental.

Tantangan lain datang dari perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai yang tidak sehat dinilai berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik, perubahan pola hidup, serta munculnya masalah psikososial. Di lingkungan sekolah, persoalan seperti sulit mengendalikan emosi, konflik antarteman, bullying, dan cyberbullying juga menjadi sorotan. “Karena itu, kegiatan ini tidak hanya memeriksa kesehatan fisik dan gizi. Kami juga menyentuh aspek psikologis, perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan reproduksi, sampai literasi kesehatan digital dan regulasi emosi,” tambahnya.

BACA JUGA:Mau Pinjam KUR Rp100 Juta di Bank Jambi? Angsuran Paling Murah Cuma Rp1,9 Juta per Bulan, Ini Syaratnya

Rangkaian pemeriksaan diawali dengan pre-test, lalu dilanjutkan dengan pengukuran tinggi dan berat badan untuk menilai status gizi, Pemeriksaan kesehatan dasar meliputi pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan kebersihan diri, serta pengukuran kadar hemoglobin untuk mendeteksi anemia. Peserta juga menjalani skrining kesehatan mental, sementara peserta remaja mendapat tambahan edukasi dan skrining kesehatan reproduksi. Hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar rekomendasi dan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing peserta.

BACA JUGA:PT BBIP Bantu Air Bersih dan Alat Berat untuk Penataan Halaman SDN 198 Bukit Baling

Usai pemeriksaan, peserta mengikuti sesi edukasi yang dikemas secara interaktif. Materinya meliputi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), gizi seimbang, kesehatan mental dan pengelolaan emosi, pencegahan bullying, penggunaan gawai secara sehat, serta kesehatan reproduksi remaja. Peserta dilibatkan secara aktif agar pengetahuan yang diperoleh berlanjut menjadi kebiasaan sehat sehari-hari. Kegiatan diakhiri dengan pemberian post-test untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman yang diperoleh setelah kegiatan edukasi.

 

Kegiatan ini melibatkan tim dosen lintas keahlian, yakni Dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., Dr. Nofrans Eka Saputra, S.Psi., M.A., Dr. Dwi Noerjoedianto, SKM., M.Kes., dr. Mirna Marhami Iskandar, Sp.S., Dr. Indri Maharini, S.Farm., M.Sc., Apt., Dessy Pramudiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, serta Ns. Riska Amalya Nasution, M.Kep., Sp.Kep.J. Masing-masing berperan sesuai kompetensinya, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi, layanan psikologi, hingga pendampingan peserta.

 

Sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FKIK Unja juga turun langsung. Selain membantu teknis di lapangan, mereka terlibat dalam edukasi, pemeriksaan kesehatan, pendampingan peserta, dan dokumentasi. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran di luar kampus sekaligus mendukung program kampus berdampak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait