Tangkal Hoaks Politik, Tim PPM Prodi Ilmu Politik UNJA Bekali Ibu-Ibu PKK Pinang Merah Literasi Digital
Tangkal Hoaks Politik, Tim PPM Prodi Ilmu Politik UNJA Bekali Ibu-Ibu PKK Pinang Merah Literasi Digital--
JAMBIEKSPRES.CO.ID - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dari Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Universitas Jambi (UNJA) menggelar pelatihan literasi digital politik bertajuk "Perempuan, Media Sosial, dan Politik: Pelatihan Identifikasi dan Verifikasi Informasi Politik bagi Perempuan di Era Post-Truth". Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (26/9/2026).
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 WIB ini menyasar Ibu-Ibu PKK Kelurahan Pinang Merah sebagai peserta, mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok pengguna aktif media sosial yang kerap menjadi target sekaligus penyebar informasi tanpa verifikasi memadai.
BACA JUGA:Tetangga Cium Bau Tak Sedap, Pria di Cempaka Putih Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumahnya
Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Pinang Merah, Laurencus Butsi Siagian, AMG., SKM., yang turut menyambut baik diadakannya kegiatan pada hari itu.
Ketua Tim Pengabdian, Cholillah Suci Pratiwi, S.IP., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya paparan disinformasi dan hoaks politik di media sosial yang berpotensi memengaruhi kualitas partisipasi politik masyarakat, khususnya perempuan.
"Perempuan memiliki peran strategis sebagai ibu, istri, sekaligus anggota masyarakat yang turut membentuk opini di lingkungan keluarga dan komunitas. Karena itu, kemampuan mereka mengidentifikasi dan memverifikasi informasi politik menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi saat ini," ujarnya.
BACA JUGA:Stamina Drop, Langkah Jonatan Christie Terhenti di Perempat Final Asian Games 2026
Sebelum sesi pemaparan materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka tentang konsep post-truth, hoaks, dan literasi digital politik yang dipandu oleh Aditya Romadhon, S.IP., M.Si. dan Revi Jeane Putri, M.Han. Materi pertama disampaikan oleh Nasuhaidi, S.Pd., S.Sos., M.A., dilanjutkan materi kedua oleh Muliono, S.Sos., M.A. bertajuk "Memahami & Menyikapi Era Post-Truth".
Dalam paparannya, Muliono menjelaskan bahwa post-truth adalah kondisi ketika fakta objektif memiliki bobot lebih kecil dibandingkan daya tarik emosional dan keyakinan pribadi dalam membentuk opini publik. "Kecepatan berbagi di media sosial sering kali melampaui kemampuan kita untuk memverifikasi. Sebelum mengeklik atau membagikan sebuah berita, kita perlu berhenti sejenak: pahami isinya, cari sumber lain, evaluasi kebenarannya, baru meresponsnya," jelas Muliono.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) yang dipandu Ian Pasaribu, S.IP., M.Si., untuk menggali pengalaman dan pandangan peserta terhadap informasi politik yang beredar di lingkungan mereka. Setelah itu peserta kembali mengerjakan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman mereka setelah mengikuti pelatihan.
BACA JUGA:Tim Pengabdian UNJA Perkuat Daya Saing Motokoffie melalui Sertifikasi Halal, Digitalisasi dan CPPB
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Ilmu Politik UNJA sebagai bagian dari tim pelaksana. Pelibatan mahasiswa bertujuan memberikan pengalaman belajar nyata di luar kampus untuk memperkuat soft skills mereka seperti kemampuan komunikasi, kerja sama tim dan pemecahan masalah dalam konteks pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya.
Melalui pelatihan ini, tim berharap dapat terbentuk komunitas perempuan sadar informasi di tingkat kelurahan sekaligus melahirkan agen-agen literasi digital yang mampu menularkan kemampuan verifikasi informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta partisipasi politik yang lebih rasional dan berbasis informasi yang valid. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




