JAMBI EKSPRES EPAPER

Tim Pengabdian UNJA Perkuat Daya Saing Motokoffie melalui Sertifikasi Halal, Digitalisasi dan CPPB

Tim Pengabdian UNJA Perkuat Daya Saing Motokoffie melalui Sertifikasi Halal, Digitalisasi dan CPPB

Tim Pengabdian Universitas Jambi berfoto bersama pemilik dan karyawan Motokoffie usai kegiatan pengabdian.--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi menggelar program “Penguatan Branding Usaha Motokoffie Menuju Produsen Kopi Provinsi Jambi Berdaya Saing Global” di Motokoffie, Jl. H. Zainir Haviz, Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Kegiatan yang dibuka pada 5 September 2026 ini menyasar tiga persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku usaha kopi lokal tersebut: belum optimalnya branding digital, sistem produksi yang belum terstandarisasi, dan kesiapan legalitas produk melalui sertifikasi halal.

Program ini diketuai oleh Ririn Fatma Nanda, S.TP., M.TP., bersama tim dosen yang terdiri dari Yogie Zulni Pratama, S.Hut., M.Si., Latifa Aini, M.T.P., Rani Anggraini, S.T.P., M.T., Raisa Sevina, M.T., Fenny Permata Sari, S.P., M.Si., dan Diana Pebriani Daulay, S.T.P., M.P. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa bimbingan, yaitu Ima Helsi Padang, Muhammad Tarmizi, Wilmar Situmorang, Sri Novita Nursyafitri, dan Leticia Natalia Silitonga, sebagai bagian dari program pembelajaran di luar kampus.

BACA JUGA:Hadir di Tengah Bencana, PTPN IV Regional IV Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Solok


Eriek Hari Subakti, pemilik Motokoffie, menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan pengabdian, 5 September 2026.--

Pada sesi pembukaan, pemilik Motokoffie, Eriek Hari Subakti, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran tim pengabdian ini. Ia mengaku usahanya sangat terbantu, terutama karena selama ini pihaknya terkendala dalam pengurusan sertifikat halal. Melalui pendampingan yang diberikan, Eriek dan timnya mendapatkan pemahaman mengenai Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) sekaligus dibuatkan website resmi sebagai media branding usaha Motokoffie.

BACA JUGA:Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah

 
Tri Rizki, S.TP., M.Si. menyampaikan materi Pelatihan Sertifikasi Halal Skema Self Declare.--

Dalam kegiatan tersebut, materi sertifikasi halal disampaikan oleh Tri Rizki, S.TP., M.Si., yang mengangkat tema Pelatihan Sertifikasi Halal Skema Self Declare. Sementara itu, materi terkait CPPB dipaparkan oleh Latifa Aini, M.T.P., dan pembuatan website usaha dijelaskan langsung oleh Yogie Zulni Pratama, S.Hut., M.Si.

BACA JUGA:Daftar Lengkap Call Center Jalan Tol se-Indonesia, Catat Nomor Penting Ini Sebelum Mudik/Bepergian!


Latifa Aini, M.T.P. memaparkan materi Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) kepada pelaku usaha dan karyawan Motokoffie.--

Pendampingan penerapan CPPB ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis jangka panjang bagi Motokoffie. Latifa Aini menjelaskan bahwa CPPB merupakan salah satu prasyarat utama dalam pengurusan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang pada gilirannya menjadi pintu masuk bagi produk kopi olahan untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Dengan sistem produksi yang telah terstandarisasi melalui dokumen SOP, sanitasi, dan pengendalian mutu, Motokoffie diharapkan semakin siap memenuhi persyaratan perizinan BPOM sebagai bekal menuju target jangka panjang, yakni menjadikan kopi Kerinci sebagai produk unggulan Provinsi Jambi yang berdaya saing global.

 
Yogie Zulni Pratama, S.Hut., M.Si. menjelaskan pengembangan website “Motokoffie: Journey of Kerinci Specialty Coffee” sebagai media branding usaha.--

Ketua tim pengabdian, Ririn Fatma Nanda, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi mitra. Harapan tersebut pun terbukti lebih cepat dari perkiraan. Hanya berselang tiga hari setelah pelaksanaan pelatihan, sertifikat halal Motokoffie resmi terbit melalui jalur self declare, skema sertifikasi halal yang memang diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dengan proses yang lebih sederhana dan tanpa biaya. Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa pendampingan intensif yang diberikan tim mampu langsung diterapkan oleh mitra di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait