Mengubah Limbah Sabut Pinang Menjadi Kertas Bernilai Ekonomi
Mengubah Limbah Sabut Pinang Menjadi Kertas Bernilai Ekonomi Unja Dorong Inovasi Teknologi Tepat Guna di Desa Karya Maju--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Limbah hasil perkebunan pinang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dari Universitas Jambi memperkenalkan teknologi pengolahan sabut pinang menjadi kertas sebagai salah satu alternatif pemanfaatan hasil samping pertanian sekaligus upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pinang.
BACA JUGA:Dorong Ekosistem KI Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan di Bungo
Kegiatan pengabdian tersebut mengangkat judul “Pengenalan Teknologi Pengolahan Kertas dari Limbah Sabut Pinang” dan dilaksanakan dalam skema PPM Penerapan Iptek dengan fokus Green Economy bidang pertanian dan peternakan. Kegiatan PkM telah dilaksanakan pada tanggal 06 Agustus dan 14 September 2026 di Ruang Aula Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
BACA JUGA:LIP House Bawa Rumah Subsidi Jambi ke Next Level: Dari Hunian Terjangkau Menuju Better Living
Melibatkan Kelompok Masyarakat Desa
Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah Masyarakat Desa Karya Maju , yang terdiri atas 25 orang yang merupakan petani pinang yang selama ini memanfaatkan buah pinang terutama dalam bentuk pinang muda maupun biji pinang tua untuk dijual. Sementara itu, bagian sabut pinang yang merupakan hasil samping pengolahan masih belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya dibuang atau digunakan sebagai bahan penimbun tanah di sekitar rumah.
BACA JUGA:BRI Raih 4 Penghargaan Fortune Indonesia 100 2026, Tegaskan Fundamental dan Bisnis yang Solid
Kondisi tersebut menjadi alasan dilaksanakannya program PkM ini. Desa Karya Maju merupakan wilayah yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian dengan komoditas utama berupa pinang dan kelapa dalam. Berbeda dengan hasil samping kelapa yang telah dimanfaatkan menjadi kopra, cocopeat, dan cocofiber, sabut pinang masih memiliki potensi yang belum dikembangkan secara optimal.
Secara material, sabut pinang memiliki kandungan selulosa sekitar 40 persen, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk berbasis serat, termasuk kertas. Pengolahan sabut pinang menjadi kertas dilakukan melalui tahapan penghilangan lignin yang disebut dengan proses delignifikasi, sehingga menghasilkan pulp, yang kemudian dilakukan proses penghalusan serat, pencetakan, dan pengeringan sehingga dihasilkan kertas berbahan sabut pinang.
Tim Pengabdian Universitas Jambi
Kegiatan ini dipimpin oleh Ade Yulia, S.TP., M.Sc. sebagai ketua tim pengabdian dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi. Ketua tim bertugas merancang kegiatan, menjadi narasumber pelatihan, melakukan pengukuran indikator capaian, serta bertanggung jawab terhadap pelaporan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga melibatkan tujuh dosen dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian sebagai anggota, yaitu Yernisa, S.TP., M.Si.; Fera Oktaria, S.TP., M.P.; Meri Arisandi, S.TP., M.M.; Rudi Prihantoro, S.TP., M.Sc.; Fenny Permata Sari, S.TP., M.Sc.; Fauziah Fiardilla, S.TP., M.Si.; dan Rani Anggraini, S.TP., M.T. Para anggota memiliki tugas dalam pelatihan teknologi proses, pendampingan proses produksi, pelatihan manajemen mutu, menjadi narasumber, serta membantu pelaporan kegiatan.
Pelaksanaan PkM juga melibatkan mahasiswa Universitas Jambi. Mahasiswa membantu dalam menyiapkan bahan dan peralatan, melakukan demonstrasi proses, serta mendampingi mitra dalam produksi. Keterlibatan mahasiswa dirancang sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan PkM.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




