MITSUBISHI JANUARI 2026

Pemkab Merangin Klarifikasi Isu Pemotongan Honor Pegawai Syarak dan Guru Ngaji

Pemkab Merangin Klarifikasi Isu Pemotongan Honor Pegawai Syarak dan Guru Ngaji

Pemkab Merangin Klarifikasi Isu Pemotongan Honor Pegawai Syarak dan Guru Ngaji--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Merangin menegaskan bahwa isu terkait adanya pemotongan hak honor pegawai Syarak dan guru ngaji secara sepihak sebesar 50 persen adalah tidak benar.

Pemkab Merangin memastikan bahwa hak para pegawai Syarak dan guru ngaji tetap terpenuhi sesuai ketentuan, di mana pembayaran yang telah disalurkan baru-baru ini merupakan honor untuk periode tiga bulan, bukan enam bulan sebagaimana prasangka yang beredar di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Bupati M Syukur Apresiasi Layanan Perizinan Merangin Meroket 108 Peringkat di Tingkat Nasional

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Merangin, Agus Salim Idris, memberikan penjelasan detail mengenai mekanisme pembayaran honor tersebut. Beredarnya kabar nominal Rp600 ribu yang diterima warga murni karena penyesuaian durasi pembayaran.

"Isu pemotongan itu tidak benar. Dana sebesar Rp600 ribu yang kemudian diterima bersih Rp585 ribu setelah dipotong pajak adalah honor untuk periode tiga bulan. Honor itu langsung dikirim ke rekening yang bersangkutan. Adapun honor untuk tiga bulan sisanya saat ini sedang dalam proses pengurusan," terangnya.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Aceh Tembus Rp3.763 per Kg, Ini Daftar Lengkap Periode 29 Juli–11 Agustus 2026

Perubahan pola pencairan yang biasanya dilakukan per semester ini terpaksa disesuaikan akibat adanya dinamika mekanisme transfer dana dari pusat ke daerah. Demi memastikan para pegawai Syarak dan guru ngaji tetap menerima haknya tanpa harus menunggu seluruh proses administratif selesai, pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk menyalurkan pembayaran honor untuk tiga bulan terlebih dahulu.

Atas polemik yang sempat memicu keresahan publik tersebut, Pemkab Merangin mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu liar dan selalu mengedepankan konfirmasi secara langsung.

BACA JUGA:Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue Resmi Meluncur dengan Sentuhan Retro Summer

"Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan memberikan penjelasan. Pegawai Syara' dan guru ngaji merupakan sosok yang diteladani di tengah masyarakat. Untuk itu, mari kita bersama-sama mengedepankan tabayyun dan mengonfirmasi kebenaran informasi agar tidak menimbulkan salah paham," pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait