Pemkab Merangin Luncurkan Gerakan Keroyok Stunting, Pejabat Diwajibkan Jadi Bapak Asuh Ratusan Anak
Pemkab Merangin Luncurkan Gerakan Keroyok Stunting, Pejabat Diwajibkan Jadi Bapak Asuh Ratusan Anak--
BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terus menggalakkan berbagai strategi inovatif demi mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
Tidak hanya berkutat pada pengolahan data, Pemkab Merangin kini meluncurkan Gerakan Keroyok Stunting dengan mewajibkan seluruh jajaran pejabat di lingkungan dinas hingga Muspida untuk turun tangan langsung menjadi 'Bapak Asuh' bagi anak-anak penderita stunting.
BACA JUGA:Targetkan Predikat BB, Pemkab Merangin Ikuti Evaluasi SAKIP 2026 Bersama KemenPAN-RB
Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Merangin A. Khafidh saat menutup rapat Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TP3S) Kabupaten Merangin di Aula Depati Payung, Kantor Bappeda Merangin, Kamis (30/7).
Melalui gerakan intervensi langsung ini, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran Muspida disiagakan untuk mendampingi serta memantau secara berkala asupan gizi anak-anak asuh mereka.
BACA JUGA:Banggar Desak Evaluasi Pimpinan Satpol PP, Sinyal Reshuffle Eselon II Kian Menguat
Sebagai bentuk keteladanan, Wabup A. Khafidh secara pribadi berkomitmen mengampu 10 anak stunting, disusul Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Sony Propesma yang mengampu 4 anak, serta diikuti oleh jajaran pejabat daerah lainnya.
BACA JUGA:Pemkab Merangin Gandeng PNM Perkuat Ekonomi Masyakat dan Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
"Saat ini ada sekitar 750 anak atau 9,4 persen anak di Merangin yang mengalami stunting. Ini bukan sekadar angka, tapi masa depan anak-anak kita. Makanya kita semua turun tangan jadi orang tua asuh," ujar Wabup A. Khafidh.
Ia juga menggarisbawahi bahwa efektivitas program orang tua asuh ini sangat bergantung pada keakuratan dan kedetailan data by name by address yang dipasok langsung dari puskesmas serta pihak kecamatan. Oleh sebab itu, Wabup meminta seluruh jajaran tim TP3S untuk bekerja ekstra keras secara maraton hingga tengah malam nanti (30/7) guna menuntaskan seluruh data aksi konvergensi stunting.
Langkah ini diharapkan mampu membawa dampak konkret bagi perbaikan gizi dan tumbuh kembang generasi penerus di Kabupaten Merangin.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




