Pemkab Merangin dan Sarolangun Gelar Diskusi Rabuan Bersama Tenaga Ahli Gubernur
Pemkab Merangin dan Sarolangun Gelar Diskusi Rabuan Bersama Tenaga Ahli Gubernur--
BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin dan Sarolangun memperkuat sinergi lintas daerah melalui Forum "Diskusi Rabuan" bersama Tenaga Ahli Gubernur Jambi.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Depati Payung Bappeda Kabupaten Merangin, Rabu (06/05), mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan SDM, Tata Kelola, Pengembangan Infrastruktur, dan Hilirisasi."
BACA JUGA:Petinggi PT PAL Jalani Sidang Tuntutan, Bengawan Kamto Dituntut 6 Tahun Penjara
Diskusi ini dihadiri oleh jajaran Kepala OPD dan Camat dari kedua kabupaten untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan tahun 2025-2026 di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
Dalam laporannya, Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, mengungkapkan bahwa tantangan fiskal menjadi isu utama. Pada tahun 2026, terjadi pengurangan APBD sebesar Rp240 miliar yang berdampak luas.
BACA JUGA:Turun Tipis! Harga TBS Sawit Plasma Riau Menjadi Rp3.874 per Kg
Menghadapi hal tersebut, Pemkab Merangin fokus pada optimalisasi aset daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kami sedang menggenjot PAD melalui sertifikasi seluruh aset ruko di wilayah transmigrasi dan penyesuaian tarif sewa rumah dinas. Target kami, PAD yang saat ini di angka Rp167 miliar dapat menembus Rp170 miliar di masa depan," ujar A. Khafidh.
BACA JUGA:Petani Cuan! Harga TBS Sawit Swadaya Riau Naik , Tembus Menjadi Rp3.880 Per Kg
Terkait infrastruktur, ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 dialokasikan dana sebesar Rp88 miliar dari total APBD Rp1,4 triliun.
Namun, ia mengakui adanya kendala cuaca ekstrem dan penarikan sebagian anggaran ke pusat yang menyebabkan tertundanya pembangunan jalan di tingkat desa.
BACA JUGA:Borong Prestasi, UIN STS Jambi Juarai Ajang Duta Bahasa Provinsi Jambi 2026
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab Merangin menginstruksikan setiap desa mengalokasikan minimal Rp150 juta dari Dana Desa untuk ketahanan pangan. Salah satu keberhasilan yang disorot adalah pembangunan kandang ayam petelur di Sungai Manau serta budidaya ikan sistem Bioflok di pesantren-pesantren.
"Kita ingin Merangin mandiri pangan, tidak lagi bergantung pada pasokan ikan atau telur dari daerah tetangga seperti Sumatera Barat," tegas Wabup.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




