Ketika Pemimpin Gagal Menjaga Amanah Program Rakyat
Ahmad Fajri Syafroni, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Semester IV. -Ist-
Pergantian kepemimpinan BGN dengan menunjuk Nanik Sudaryati Deyang adalah langkah yang tepat, namun belum cukup. Ada beberapa hal mendesak yang harus segera dilakukan.
Pertama, pemerintah perlu membangun sistem pengawasan berbasis teknologi yang transparan untuk seluruh rantai distribusi MBG — dari dapur hingga piring siswa. Laporan real-time yang bisa diakses publik akan meminimalkan celah korupsi.
Kedua, seleksi kepemimpinan lembaga negara harus lebih ketat dan berbasis rekam Jejak integritas, bukan sekadar loyalitas politik. Ketiga, DPR harus mengintensifkan fungsi pengawasannya, bukan hanya saat skandal sudah meledak ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini telah mengingatkan tiga hal krusial: perbaikan tata kelola anggaran, kepatuhan pada SOP, dan perbaikan koordinasi antarlembaga. Keempat, proses hukum terhadap para tersangka harus berjalan transparan, tegas, dan tuntas.
PENUTUP
Program MBG lahir dari cita-cita mulia: memutus rantai stunting dan memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Cita-cita itu terlalu berharga untuk dikhianati oleh pemimpin yang tidak amanah. Jika bangsa ini serius ingin membangun generasi emas 2045, maka tidak ada kompromi terhadap integritas pemimpin yang mengelola programprogram strategis. Karena sejatinya, pemimpin yang korup bukan hanya mencuri uang negara — ia mencuri masa depan anak-anak bangsa.(*)
CATATAN KAKI DAN DAFTAR PUSTAKA
1 Aktual.com. (2026, 3 Juni). Nasib Dadan Hindayana Berubah Drastis dalam 3 Hari: Baru Pulang Haji, Jabatan Dicopot, Lalu Jadi Tersangka Korupsi. Diakses dari https://aktual.com/nasib-dadan-hindayana-berubah-drastis-dalam-3-hari-barupulang-haji-jabatan-dicopot-lalu-jadi-tersangka-korupsi/
2 Suara.com. (2026, 4 Juni). Dadan Hindayana Dulu Dilantik Siapa? Eks Kepala BGN yang Kini Jadi Tersangka Korupsi Program MBG. Diakses darihttps://www.suara.com/lifestyle/2026/06/04/071257/dadan-hindayana-dulu-dilantiksiapa-eks-kepala-bgn-yang-kini-jadi-tersangka-korupsi-program-mbg
3 Liputan6.com. (2026, 3 Juni). Dadan Hindayana Intervensi BPK dalam Program MBG. Diakses dari https://www.liputan6.com/news/read/7622327/dadan-hindayanaintervensi-bpk-dalam-program-mbg
4 Jawa Pos. (2026, 3 Juni). Dicopot dari Jabatannya, Ini 5 Pernyataan Kontroversial Eks Kepala BGN Dadan Hindayana. Diakses dari https://www.jawapos.com/nasional/2606030120/dicopot-dari-jabatannya-ini-5-pernyataan-kontroversial-eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-nomor-2-paling-absurd
5 Kompas.com. (2026, 3 Juni). Usai Dadan Dicopot, Anggota DPR Minta Kepala BGN Baru Benahi Tata Kelola MBG. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2026/06/03/09141921/usai-dadan-dicopotanggota-dpr-minta-kepala-bgn-baru-benahi-tata-kelola-mbg
6 Kompas.com. (2026, 2 Juni). Istana Pastikan MBG Tetap Jalan meski Kepala BGN Dicopot. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2026/06/02/21334241/istana-pastikan-mbg-tetapjalan-meski-kepala-bgn-dicopot.
Referensi Akademis
Greenleaf, R. K. (1977). Servant Leadership: A Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness. Paulist Press.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





