DISWAY BARU

Persebaya Atasi Malut United 2-1, Tavares Beberkan Strategi Kemenangan

Persebaya Atasi Malut United 2-1, Tavares Beberkan Strategi Kemenangan

Pemain Persebaya Surabaya Gali Freitas (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Malut United Yance Sayuri (kanan) ANTARA/Rizal Hanafi--

SURABAYA, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membeberkan timnya menerapkan strategi pertahanan mid-block untuk meraih kemenangan 2-1 atas Malut United pada laga pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu.

Selain itu, Taveres menyebut dalam laga yang diwarnai guyuran hujan tersebut, tim berjuluk Green Force itu tampil agresif terutama dalam fase transisi dan permainan tanpa bola pada babak pertama.

BACA JUGA:Merangin Barometer Sepakbola Jambi, Wabup A. Khafidh Lepas Kontingen Gubernur Cup 2026

"Hari ini anak-anak bekerja keras dengan bola, tetapi terutama saat tanpa bola. Jika kami ingin punya peluang, maka kami harus lebih baik dari mereka saat kehilangan bola," kata Tavares dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih asal Portugal tersebut menjelaskan bahwa keputusan menerapkan strategi blok menengah (mid-block) diambil untuk meredam kelebihan lawan yang memiliki barisan pemain berpengalaman dengan kemampuan tendangan jarak jauh yang akurat, seperti Yance Sayuri dan David da Silva.

BACA JUGA:Dampak Bencana Banjir, Jalan Agam-Limapuluh Kota Terputus

"Jika kami bermain terlalu tinggi, mereka punya pemain dengan kecepatan," ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kondisi lapangan yang licin akibat hujan juga menjadi variabel yang diantisipasi oleh tim pelatih.

BACA JUGA:Lesu! Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Turun Lagi, Ini Daftar Harga BaruTBS 9-15 Januari 2026

Ia mencatat bahwa para pemain berhasil menjalankan rencana dengan baik, terutama dalam memenangi perebutan bola kedua atau second ball yang menjadi awal terjadinya proses gol.

Meski meraih poin penuh, juru taktik Persebaya itu tetap memberikan catatan evaluasi, khususnya terkait penurunan intensitas permainan pada babak kedua.

Menurut dia, aspek fisik dan mental menjadi pekerjaan rumah sebelum memasuki putaran kedua kompetisi.

BACA JUGA:Merintis dari Rumah, UMKM Bumbu Kemasan Ini Ubah Kesulitan Menjadi Peluang Berkat Pemberdayaan BRI

"Pada babak kedua, saya merasa kami perlu meningkatkan fisik, tetapi juga mental untuk menjaga intensitas ini lebih lama dalam pertandingan. Setelah kami mulai melakukan pergantian pemain, terlihat tim sedikit menurun," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: