ISPU Muaro Jambi Tembus 340, Udara Masuk Kategori Berbahaya
Semakin Memburuk, Angka ISPU Muaro Jambi Tembus 523 Level Berbahaya-Ist-
MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Kondisi udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk. Langit yang terlihat menguning serta udara yang terasa pekat mewarnai wilayah berjuluk Bumi Sailun Salimbai pada Rabu (30/9) siang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muaro Jambi mencatat, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 14.00 WIB mencapai angka 340. Nilai tersebut masuk dalam kategori berbahaya.
BACA JUGA:Daihatsu Rocky Bekas Makin Diminati Anak Muda dan Keluarga Muda, Ini Kisaran Harganya
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Muaro Jambi, Refiandi, membenarkan kondisi kualitas udara tersebut.
"ISPU di Muaro Jambi per tanggal 30 September 2026 pukul 14.00 WIB berada di angka 340. Ini sudah masuk level berbahaya," kata Refiandi.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Kaltim Periode II September 2026 Naik, Perkilonya Tembus Rp 3.617,55, Ini Rinciannya
Menurutnya, tingginya angka ISPU menunjukkan kualitas udara sedang dalam kondisi yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut juga terlihat dari perubahan warna langit yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kondisi seperti ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama. Masyarakat perlu mengetahui bahwa kualitas udara saat ini sedang tidak baik," ujarnya.
Refiandi mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang sensitif terhadap paparan udara tercemar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika tidak ada keperluan mendesak," jelasnya.
Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, DLH meminta agar menggunakan perlindungan seperti masker untuk mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.
"Kalau memang harus beraktivitas di luar, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




