MITSUBISHI JANUARI 2026

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Resmi Diluncurkan di Jambi

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Resmi Diluncurkan di Jambi

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Resmi Diluncurkan di Jambi--

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Feriadi, menilai Program PEKA sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian ekonomi. "Program PEKA merupakan langkah nyata agar masyarakat mampu bangkit dan mandiri. Paradigma pemberdayaan harus diarahkan menjadi kemandirian," sebutnya.

 

"Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan perlindungan pekerja sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat," ujarnya.

 

Ia berharap program tersebut mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha mikro yang mandiri, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menjelaskan Program PEKA merupakan inovasi yang memperluas manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, tidak hanya berupa perlindungan finansial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi bagi peserta dan ahli waris penerima manfaat. "Kami bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan tengah menyusun skema kerja sama agar Program PEKA dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan," katanya.

 

Hendra mengungkapkan, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, terdapat lebih dari 3900 pekerja rentan yang terlindungi melalui program Pemerintah Kota Jambi. 

 

Pelatihan akan didukung melalui anggaran Pemerintah Kota Jambi maupun Balai Latihan Kerja (BLK). Selain pelatihan, peserta juga akan memperoleh pendampingan, pembinaan, hingga akses bantuan permodalan melalui sinergi dengan Bank Jambi dan Bank Syariah Indonesia (BSI). "Program ini ditujukan bagi mereka yang memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Harapannya, manfaat uang tunai yang diterima peserta maupun ahli waris dapat diubah menjadi modal usaha yang produktif. Pada tahap awal kami menargetkan sekitar 30 peserta mengikuti pelatihan, ternyata terealisasi 20 orang, tentunya diharapkan lebih banyak lagi," tutup Hendra. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: