DISWAY BARU

Helen's Play Mart Dikecam, Ormas dan DPRD Kota Jambi Desak Penutupan Permanen

Helen's Play Mart Dikecam, Ormas dan DPRD Kota Jambi Desak Penutupan Permanen

Helen's Play Mart Dikecam, Ormas dan DPRD Kota Jambi Desak Penutupan Permanen -Foto: Istimewa-

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Penolakan terhadap rencana pembukaan kembali tempat hiburan malam Helen’s Play Mart di kawasan WTC Batanghari, Kota JAMBI, kian menguat. Empat organisasi masyarakat (ormas) secara tegas menyuarakan penolakan melalui pernyataan sikap resmi yang dibacakan di Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota JAMBI, Kamis (24/4/2025).


Helen's Play Mart Dikecam, Ormas dan DPRD Kota Jambi Desak Penutupan Permanen -Foto: Istimewa-

Keempat ormas tersebut yakni Front Persaudaraan Islam (FPI) Jambi, Aliansi Laskar Islam Fisabilillah (ALIF), Laskar Pemuda Jambi Kota Seberang, dan Serumpun Anak Melayu Jambi (SERAMBI).

BACA JUGA:Wawako Buka TC Kafilah, Upaya Kota Jambi Mantapkan Langkah Menuju Juara Umum MTQ Provinsi

Pernyataan sikap dibacakan oleh Hafiz Alatas, perwakilan Laskar Pemuda Seberang Kota Jambi, di hadapan tokoh adat dan masyarakat. Mereka menilai keberadaan Helen’s Play Mart mencederai nilai-nilai budaya Islam dan Melayu karena menjual minuman keras dan berada di dekat kawasan religi serta Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Kata Hafiz, dalam pernyataan bersama, mereka jelas menolakan keras terhadap operasional tempat hiburan malam Helen’s Play Mart yang menjual minuman keras dan berpotensi merusak moral generasi muda.

Kelima poin pernyataan sikap tersebut meliputi, meminta Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi untuk tidak memberikan izin operasional kepada Helen’s Play Mart, atau mencabut izin jika telah dikeluarkan. Menuntut konsistensi Pemerintah Kota Jambi untuk menjalankan hasil audiensi di DPRD Kota Jambi, agar semua dinas terkait tidak memberikan rekomendasi izin operasional bagi Helen’s. Berkomitmen untuk terus mengontrol dan menyuarakan penolakan terhadap keberadaan tempat hiburan tersebut di kawasan WTC. Mengecam keras apabila pemerintah tetap memberikan izin, yang dinilai lebih mengutamakan kepentingan pengusaha dibanding kepentingan umat dan masa depan generasi muda dan Menuntut penutupan permanen Helen’s Play Mart, tanpa negosiasi atau komunikasi lanjutan dengan pihak pengelola.

BACA JUGA:Paparkan Program Unggulan, dan Inovasi Anak: Kota Jambi Mantap Menuju Kota Layak Anak 2025

“Jika tempat ini tetap dibuka, maka kami khawatir pemerintah lebih mementingkan kepentingan bisnis ketimbang nasib moral masyarakat,” tegas Hafiz Alatas 

"Jika Helen's masih tetap buka. Maka kami akan gelar aksi. Aksi masyarakat seberang akan mendirikan tenda di depan Helen's dan membaca Yasin," katanya. 

Penolakan ini pun menambah panjang daftar keberatan dari berbagai pihak, termasuk tokoh adat, organisasi keagamaan, hingga masyarakat sekitar yang menilai keberadaan Helen’s Play Mart tidak selaras dengan karakter religius dan budaya Kota Jambi.

Masyarakat pun kini menanti langkah tegas dari Pemerintah Kota Jambi untuk merespons tuntutan yang terus bergema tersebut.

Ketua FPI Provinsi Jambi, Nagib Ali al Jufri dalam wawancaranya mengatakan, baik FPI Kota dan Provinsi Jambi secara tegas dan sejak awal saat audiensi bersama dengan DPRD kota Jambi meminta agar ditutup secara permanen. 

"Waktu itu ada rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi 1 dan berbagai OPD terkait, saat itu rekomendasinya adalah ditutup permanen. Kalau sekarang mencuat lagi akan dibuka maka secara tegas kami katakan kami menolak Helens Play Mart atau pakai nama lain untuk dibuka di wilayah WTC Batanghari secara khusus dan secara umum di Wilayah Jambi manapun. Ini jelas melanggar adat-adat dan budaya melayu Jambi sekaligus juga melanggar Perda," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: