JAMBI EKSPRES EPAPER

Sembilan Desa di Jambi Bangun Sekat Kanal Guna Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Sembilan Desa di Jambi Bangun Sekat Kanal Guna Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Pembangunan sekat kanal dilakukan bersama masyarakat dan perangkat desa untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung kesiapsiagaan Karhutla--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Sembilan desa di Jambi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pembangunan sekat kanal.

Infrastruktur tata air tersebut dibangun untuk membantu menjaga muka air tanah permukaan dan ketersediaan sumber air, terutama di areal gambut. 

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Bengkulu Tertinggi Rp3.481,52/Kg, Berikut Daftar Harga TBS Periode 1–15 Oktober 2026

Sembilan desa tersebut meliputi Desa Kasang, Desa Lidung, Desa Tanjung, Desa Pangkal Bulian, Desa Sungai Abang, Desa Tanah Abang, Desa Empang Benao, Desa Aur Gading, dan Desa Batu Ampar.

Sekat kanal berfungsi memperlambat laju aliran air pada kanal sehingga membantu mempertahankan muka air di lahan gambut dan menjaga ketersediaan sumber air di sekitarnya. 

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Irjen Pol Widodo Resmi Jabat Kapolda Jambi Gantikan Irjen Krisno H Siregar

Ketersediaan air ini penting, untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan tim tanggap kebakaran desa dalam melakukan respons awal, apabila ditemukan potensi titik api. 

Dari total 25 titik sekat kanal yang direncanakan di sembilan desa, hingga saat ini lima titik telah dibangun dan sisanya masih dalam proses secara bertahap. 

BACA JUGA:Prancis v Italia Berakhir Imbang 1-1, Les Bleus Tahan Gli Azzurri Meski Main dengan 10 Pemain

Pembangunan dilakukan melalui koordinasi antara perangkat desa, masyarakat, dan PT Kresna Duta Agroindo (KDA), bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food. 

Dalam kegiatan ini, PT Kresna Duta Agroindo memberikan dukungan teknis dan koordinasi, sementara pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Bagi masyarakat, keberadaan sekat kanal tidak hanya mendukung kesiapsiagaan menghadapi Karhutla, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan air untuk aktivitas sehari-hari di sekitar kebun. 

BACA JUGA:Pembangunan Rest Area Kembar Tol Cisumdawu Capai 61,06 Persen pada Minggu ke-65

“Kami sangat mendukung inisiatif ini karena air dari sekat kanal tersebut selain untuk pencegahan kebakaran juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di kebun,” ujar Indra, Kepala Desa Pangkal Bulian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait