MITSUBISHI JANUARI 2026

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau untuk Amankan Produktivitas Kelapa Sawit

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau untuk Amankan Produktivitas Kelapa Sawit

Ilustrasi buah kelapa sawit--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) merancang dan memperkuat langkah mitigasi musim kemarau guna menjaga produktivitas kelapa sawit nasional.

Langkah strategis ini diambil untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta melindungi pendapatan para pekebun di tengah ancaman perubahan iklim.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya 5 Agustus 2026, Tertinggi Rp3.972/Kg, Terendah Rp3.280/Kg, Ini Rinciannya

Kementan menekankan pentingnya penerapan praktik budidaya adaptif agar ancaman kekeringan tidak mengganggu hasil panen tanaman sawit.

BACA JUGA:Optimalkan Layanan Posbankum, Kanwil Kemenkum Jambi Lakukan Monitoring dan Pendampingan Paralegal

Guna mengantisipasi dampak kemarau, Kementan mendorong konservasi air dan tanah di area perkebunan sawit. Pembangunan rorak, embung, sumur resapan, hingga pemanfaatan pelepah sawit sebagai mulsa dan aplikasi tandan kosong diterapkan untuk menjaga kelembapan tanah. Pengelolaan tata air juga disesuaikan, termasuk menjaga tinggi muka air lahan gambut sekitar 40 sentimeter di bawah permukaan tanah serta memelihara sekat kanal. Kementan turut menginstruksikan patroli rutin dan pemantauan titik panas demi mencegah terjadinya karhutla di kawasan perkebunan.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat 5 Agustus 2026, Tertinggi Rp3.972,26/Kg, Terendah Rp3.260/Kg, Ini Rinciannya

"Mitigasi kemarau harus menjadi bagian dari pengelolaan kebun sehari-hari. Melalui pengelolaan air yang baik, konservasi tanah, pemanfaatan informasi iklim, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, produktivitas sawit dapat tetap terjaga meski di tengah tantangan perubahan iklim," ujar Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto.

Selain pendampingan teknis di lapangan, Direktorat Jenderal Perkebunan juga menggelar inspeksi mendadak (sidak) kesiapan sarana karhutla di sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Selatan dan Riau. Upaya ini krusial mengingat kemarau panjang berpotensi merusak proses pembentukan bunga betina, menurunkan bobot tandan, hingga menekan produksi tandan buah segar (TBS) dan rendemen minyak sawit.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Naik, Perkilonya Rp3.936,63/Kg, Ini Rincian Harga TBS 5-11 Agustus 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fenomena iklim ekstrem tidak boleh menghambat laju produksi komoditas perkebunan nasional. Pemerintah berkomitmen mengawal penerapan teknologi serta pengelolaan kebun yang adaptif agar ketahanan ekonomi nasional dari sektor sawit tetap solid.

"Mitigasi harus dilakukan secara terencana dan konsisten melalui penerapan teknologi, konservasi sumber daya, serta pengelolaan kebun yang adaptif. Dengan langkah tersebut, produktivitas tetap terjaga, kesejahteraan pekebun meningkat, dan ketahanan pangan maupun ekonomi nasional semakin kuat," tegas Mentan Amran.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait