OJK Dorong Pengembangan Sumber Ekonomi Baru di Jambi
OJK Dorong Pengembangan Sumber Ekonomi Baru di Jambi--
JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Dalam rangka memerkuat perekonomian daerah, OJK Provinsi Jambi mendorong optimalisasi potensi sabut kelapa sebagai komoditas bernilai tambah, ini untuk memperkuat perekonomian daerah. Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Jambi tersebut langsung dihadiri Kepala Direktorat Pengawasan PUJK EPJ dan LMST OJK, Tito Adji Siswantoro, Sekda Provinsi Jambj, H. Sudirman dan Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya.
Kegiatan yang gelar di Swiss - Belhotel Jambi, Rabu (30/9) tersebut, secara khusus membahas optimalisasi potensi sabut kelapa melalui pengembangan industri dan penguatan ekosistem usaha.
BACA JUGA:Kebakaran Koto Dian, Wako Alfin Turun Langsung Bantu Korban
Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, untuk memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi hilirisasi sabut kelapa melalui yang ada di Provinsi Jambi.
"Melalui FGD ini, kita melihat bagaimana potensi sabut kelapa yang ada di Provinsi Jambi, sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bahwa sabut kepala ini bukan hanya sekedar sebagai limbah namun bisa diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat," kata Yan Iswara Rosya.
BACA JUGA:Koordinasi dengan Direktorat Perdata, Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Penanganan Persoalan Notaris
Dikatakannya, bahwa pengembangan sabut kelapa menjadi cocopeat, bisa menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar dan berpotensi dikembangkan sebagai salah satu sumber penggerak ekonomi masyarakat. Pengembangan potensi kelapa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha dan masyarakat.
"Kolaborasi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem usaha, yang memiliki kepastian pasar sekaligus membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Kita melihat bahwa sabut kelapa ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya di dua daerah di Provinsi Jambi, yakni diwilayah Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Untuk itu melalui FGD ini kita akan memetakan bagaimana agar sabut kelapa ini bisa dikembangkan lebih luas lagi, agar menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat khususnya di dua daerah tersebut," jelasnya.
BACA JUGA:Hadir di UIN STS Jambi, Wamenag Tekankan Penguatan Kajian Akademik dan Nilai Keislaman Bagi ASN
Sementara itu, Kepala Direktorat Pengawasan PUJK EPJ dan LMST OJK, Tito Adji Siswantoro, mengatakan, pengembangan industri sabut kelapa membutuhkan sinergi antara pelaku usaha, lembaga jasa keuangan, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem kelapa yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Provinsi Jambi. Potensi sabut kepala ini cukup besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di Provinsi Jambi ini," terang Tito Adji Siswantoro.
BACA JUGA:Hadir di UIN STS Jambi, Wamenag Tekankan Penguatan Kajian Akademik dan Nilai Keislaman Bagi ASN
Sekda Provinsi Jambi, H. Sudirman menyambut baik inisiatif OJK yang membuka ruang dialog untuk menggali potensi ekonomi daerah, khususnya komoditas kelapa. Pengembangan industri sabut kelapa diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama para petani kelapa dalam yang berada di Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur.
“Kita pahami bahwa Provinsi Jambi memiliki banyak potensi yang beragam. Sumber daya tersebut harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” papar Sudirman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




