MITSUBISHI JANUARI 2026

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Investasi Jadi Pekerjaan Rumah

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Investasi Jadi Pekerjaan Rumah

Ekonomi Jambi Tumbuh 4,15 Persen, Investasi Jadi Pekerjaan Rumah --

JAMBIEKSPRES.CO.ID – Perekonomian Provinsi Jambi menunjukkan kinerja positif pada Triwulan II 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,15 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah lapangan usaha utama, di antaranya sektor pertanian, pertambangan, dan perdagangan yang tetap menunjukkan performa yang baik.

BACA JUGA:SKK Migas-PetroChina Lanjutkan Selantang S2, Cetak Lansia SMART di Geragai Tanjab Timur

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arif Budiman, dalam kegiatan Siaran Pers Bersama Berita Statistik Periode Agustus 2026 yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan II 2026 ditopang oleh kinerja beberapa lapangan usaha strategis yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah. “Perekonomian Provinsi Jambi tumbuh sebesar 4,15 persen (yoy) pada Triwulan II 2026, didorong oleh Lapangan Usaha Pertanian yang tumbuh sebesar 4,17 persen (yoy), Lapangan Usaha Pertambangan sebesar 2,38 persen (yoy), serta Lapangan Usaha Perdagangan yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 8,15 persen (yoy),” ujar Tedy.

BACA JUGA:Sekolah Lansia Standard 2 SKK Migas PetroChina di Tanjab Timur Dapat Apresiasi Bupati Dillah

Meski mencatat pertumbuhan positif, Tedy menyampaikan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya terkait perkembangan investasi di Provinsi Jambi. Menurutnya, peningkatan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Investasi memiliki peran strategis karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat daya saing daerah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong peningkatan investasi di Provinsi Jambi.

BACA JUGA:UNJA Gandeng Yayasan An-Nahl Kembangkan Klinik Kesehatan Pesantren

Sementara itu, Asisten Gubernur Jambi Bidang Perekonomian Pembangunan, Agus Sunaryo, mengakui bahwa secara riil terjadi perlambatan investasi dari Triwulan I menuju Triwulan II 2026. Nilai investasi yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3,8 triliun mengalami penurunan menjadi sekitar Rp1,4 triliun. “Memang terjadi perlambatan investasi dari triwulan pertama ke triwulan kedua. Dari angka Rp3,8 triliun turun menjadi Rp1,4 triliun. Tentunya penurunan ini cukup signifikan sehingga perlu didorong dan dilihat apa penyebabnya,” jelas Agus.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk mengetahui faktor penyebab perlambatan investasi tersebut, termasuk melihat apakah terdapat kendala dalam daya tarik investasi di Provinsi Jambi maupun peluang usaha yang belum tergarap secara maksimal. “Investasi akan berdampak langsung terhadap ekonomi. Kalau pertumbuhan investasi meningkat, maka akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

BACA JUGA:OJK Lantik Pejabat Baru, Berikut Nama- Namanya

Agus menjelaskan terdapat dua hal utama yang perlu diperkuat, yaitu mendorong masuknya investasi baru serta meningkatkan kinerja ekspor daerah. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki keterkaitan kuat dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Jambi. “Kalau dua hal ini bisa dilakukan secara optimal, secara otomatis pertumbuhan investasi akan meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA:Rangkaian Peringatan Hari Pengayoman ke - 81, Kanwil Kemenkum Jambi Tabur Bunga di TMP Satria Bhakti

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan kajian lebih lanjut terkait sektor-sektor yang masih memiliki peluang investasi di Provinsi Jambi. Selain itu, promosi investasi juga menjadi bagian penting yang perlu ditingkatkan agar potensi daerah lebih dikenal oleh investor. “Tanpa promosi, kita juga akan sulit menarik investor. Karena itu perlu dilihat sektor mana yang masih memiliki peluang dan bagaimana cara kita menawarkan potensi tersebut kepada dunia usaha,” pungkas Agus.

Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperluas peluang usaha guna mendorong perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: