DISWAY BARU

Menghitung Kerugian Total Loss: Ketika Biaya Perbaikan Melebihi Nilai Mobil

Menghitung Kerugian Total Loss: Ketika Biaya Perbaikan Melebihi Nilai Mobil

Menghitung Kerugian Total Loss: Ketika Biaya Perbaikan Melebihi Nilai Mobil-Foto https://igloo.co.id/id/asuransi-mobil-

JAMBIEKSPRES.CO.ID- Kecelakaan atau tabrakan dapat mengakibatkan kerusakan pada mobil yang tidak hanya memengaruhi tampilan, tetapi juga fungsionalitas dan keselamatan kendaraan. Beberapa kerusakan pada mobil bisa sangat parah, hingga membuat kendaraan tidak layak pakai. 

Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kerusakan yang sangat parah adalah total loss. Total loss terjadi ketika biaya perbaikan mobil melebihi nilai kendaraan itu sendiri. Dalam situasi ini, pemilik mobil harus memutuskan apakah akan memperbaiki mobil atau menggantinya dengan yang baru dan melindungi dengan asuransi mobil terbaik.

Apa Itu Total Loss?

Total loss adalah kondisi di mana biaya perbaikan mobil setelah kecelakaan lebih besar daripada nilai mobil itu sendiri. Ketika kerusakan yang terjadi pada kendaraan sangat parah, dan biaya perbaikannya mencapai atau melebihi 75% dari harga mobil, maka kendaraan tersebut dianggap total loss. Artinya, kendaraan sudah tidak layak diperbaiki atau perbaikan yang dilakukan tidak sebanding dengan nilai yang bisa didapatkan setelah perbaikan selesai.

Kerusakan total loss sering kali terjadi pada mobil yang mengalami tabrakan keras atau kecelakaan serius, terutama pada bagian rangka, sasis, dan komponen utama lainnya yang sangat mahal untuk diperbaiki. Dalam kasus seperti ini, mobil tersebut akan sulit, jika tidak mustahil, untuk dikembalikan ke kondisi semula dengan biaya yang wajar.

Jenis Kerusakan yang Menyebabkan Total Loss

Berikut adalah beberapa jenis kerusakan yang bisa mengakibatkan mobil dinyatakan total loss:

1. Kerusakan pada Rangka atau Sasis

Jika bagian rangka atau sasis mobil rusak akibat tabrakan, biaya perbaikan bisa sangat tinggi. Rangka atau sasis adalah bagian utama dari struktur mobil yang menjaga kestabilan dan keamanan. Ketika bagian ini mengalami kerusakan berat, perbaikan yang diperlukan bisa jauh lebih mahal daripada harga mobil itu sendiri, dan sering kali membuat mobil tidak layak digunakan lagi.

2. Kerusakan pada Mesin dan Sistem Transmisi

Kerusakan mesin dan sistem transmisi akibat tabrakan juga bisa membuat mobil tidak layak pakai. Mesin dan transmisi adalah komponen vital dalam mobil yang fungsinya sangat penting untuk kelancaran kendaraan. Kerusakan serius pada bagian ini bisa membutuhkan biaya perbaikan yang sangat tinggi, dan jika biaya tersebut lebih besar dari nilai mobil, maka kendaraan tersebut dapat dianggap total loss.

3. Kerusakan pada Struktur Kabin dan Sistem Keselamatan

Kerusakan pada struktur kabin, pilar, atau bagian penting lainnya yang mendukung keselamatan bisa berbahaya. Jika kecelakaan melibatkan benturan pada bagian-bagian ini, terutama pada area yang mengandung komponen keselamatan seperti airbag, sabuk pengaman, dan sensor keselamatan, perbaikan yang diperlukan bisa sangat mahal dan menyulitkan. Kerusakan ini juga dapat mengurangi efektivitas sistem keselamatan dalam melindungi pengemudi dan penumpang di masa mendatang.

4. Kerusakan Lebih dari 75% dari Nilai Mobil

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: