Banjir Kepung Tanjabtim, Warga Jati Mulyo Mengungsi dan Sekolah Laksanakan Daring
Rumah warga porak poranda akibat cuaca ekstrim.--
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah banjir pasang laut (rob), menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Tanjabtim.
Hampir seluruh wilayah di 11 kecamatan terdampak, dengan genangan merendam permukiman warga, fasilitas umum, serta sarana pendidikan.
BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Sabtu 10 Januari 2026, Hari Ini Kompak Naik
Di wilayah pesisir, banjir terjadi akibat pasang surut air laut yang menggenangi permukiman warga dalam durasi tertentu. Sementara itu, kecamatan non pesisir mengalami banjir akibat hujan deras yang turun secara terus-menerus, sehingga air sulit surut dan bertahan hingga berhari-hari. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK: Pengembalian Uang dari Biro Haji Sudah Lebih Rp100 M
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabtim, sebanyak 149 kepala keluarga dengan 145 jiwa tercatat terdampak banjir. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Pada Jumat (9/1) sore, BPBD Tanjabtim mulai mengambil langkah penanganan darurat. tenda pengungsian disiapkan untuk warga Desa Jati Mulyo, Kecamatan Dendang. Sejumlah peralatan telah disiagakan, di antaranya dua unit kendaraan roda empat, satu unit tenda pengungsian, perahu karet serta satu unit speedboat untuk mendukung evakuasi warga.
BACA JUGA:BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan
Kepala Pelaksana BPBD Tanjabtim, Amri Juhardy, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel ke seluruh wilayah terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan. Jika ditemukan situasi yang memerlukan penanganan cepat, BPBD akan segera menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
"Seperti di Desa Jati Mulyo, sekitar 75 Kepala Keluarga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka tergenang banjir. Warga sementara menempati sekolah, rumah ibadah, serta lokasi pengungsian yang disiapkan BPBD. Warga yang masih bertahan di rumah diminta segera mengungsi demi menghindari risiko keselamatan, termasuk potensi munculnya hewan buas dari habitat alaminya," katanya.
BACA JUGA:Terima Kunjungan Wamenlu, Wamen Ossy Bicarakan Hak Atas Tanah bagi WNA dan Diaspora
Sekretaris Pelaksana BPBD Tanjabtim, Indra S Gunawan, menyampaikan bahwa hampir seluruh kecamatan di Tanjabtim saat ini terdampak banjir. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Tanjabtim sedang berada pada puncak musim hujan dalam beberapa pekan ke depan.
"Selain ancaman banjir akibat hujan, masyarakat pesisir juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem. Banjir rob diperkirakan berlangsung singkat, namun berulang, sementara banjir akibat hujan deras cenderung bertahan lebih lama karena debit air yang tinggi," jelasnya.
BACA JUGA:Yaqut dan Gus Alex Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Targetkan Penahanan Secepatnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



