Debalang Batin-Kesepakatan Bersama untuk Kehidupan yang Harmoni Untuk Suku Anak Dalam
Debalang Batin-Kesepakatan Bersama untuk Kehidupan yang Harmoni Untuk Suku Anak Dalam--
JAMBIEKSPRES. CO.ID- Pembentukan Debalang Batin perlu dipercepat. Lembaga adat semacam Pecalang di Bali yang tengah diusulkan demi penegakan hukum yang melibatkan oknum masyarakat Suku Anak Dalam ini bisa segera berlaku.
“Kasihan komunitas masyarakat SAD lainnya. Sebagian besar sudah sepakat untuk saling bekerja sama, termasuk dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit,” kata Ketua Prakarsa Madani Jambi sekaligus Sekretariat Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD).
BACA JUGA:Laksanakan Uji Layak Fungsi dan Operasi, Proyek Jalan Tol Tempino - Ness Garapan Hutama Karya
Menurut Budi, selama ini banyak sekali oknum masyarakat yang seperti merasa kebal hukum. Melalui Debalang Batin akan ada pengawasan terhadap pelaksanaan hukum adat yang melibatkan unsur adat, pemerintah, dan aparat keamanan.
Usulan pembentukan lembaga ini mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar FPKS-SAD, Sabtu (26/7) di Sekretariat Lapangan FKPS-SAD, Desa Pematang Kabau.
Tim Debalang Batin yang akan bertugas menjalankan patroli rutin, mengidentifikasi dan mendokumentasikan pelanggaran adat, berkoordinasi dengan kepolisian dalam kasus yang berpotensi pidana. Termasuk menyusun laporan triwulanan.
Tim ini terdiri dari Temenggung, Jenang dan perangkat adat Suku Anak Dalam, unsur masyarakat desa, Lembaga Adat Kecamatan, Pemerintah Desa, serta Kepolisian Sektor Air Hitam.
BACA JUGA:Jumat Berkah! Harga BBM Turun, Berikut Harga Baru Pertamax-Pertalite di SPBU RI Jumat 8 Agustus 2025
“Diharapkan, oknum-oknum yang bisa mencoreng nama baik SAD menjadi jera dan hukum dapat ditegakkan,” ujar Budi. Dengan demikian, menurutnya, program pemberdayaan dan pembangunan kemandirian dapat berjalan baik, kehidupan SAD dan masyarakat serta lingkungan sekitar semakin harmonis. Termasuk hubungan SAD dan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Di dalam forum FPKS-SAD, upaya membangun kemandirian SAD juga sudah dilakukan dengan memberikan pendampingan secara intensif dalam membangun sumber – sumber ekonomi masyarakat SAD termasuk peternakan, pertanian dan perikanan telah dijalankan bersama perusahaan,” ungkap Budi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



