Mahyeldi kemudian menceritakan pengalamannya tumbuh dalam keluarga sederhana untuk memotivasi para penerima beasiswa.
“Saya ini sesungguhnya adalah anak seorang buruh angkat di Pasar Bawah, Bukittinggi. Alhamadulillah, saat ini bisa menjadi Gubernur,” tuturnya.
Menurut Mahyeldi, keterbatasan ekonomi tidak boleh menghentikan seseorang untuk mengejar cita-cita. (cen/humas)