Antispasi Karhutla, Pendakian Gunung Kerinci Ditutup

Sabtu 05-09-2026,19:09 WIB
Reporter : Hendri Dede Putra
Editor : Setya Novanto

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Aktivitas pendakian menuju puncak Gunung Kerinci untuk sementara dihentikan. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat resmi menutup seluruh jalur pendakian mulai 1 September 2026 sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya risiko kebakaran akibat musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi cuaca kering dinilai sangat rentan memicu kebakaran di kawasan hutan konservasi.

BACA JUGA:Empat Inspirasi Modifikasi New Sigra Buat Tampilan Mobil Makin Berkarakter dan Agresif

Penutupan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Raja Juli Antoni yang meminta pengelola taman nasional di Indonesia untuk menghentikan sementara aktivitas pendakian.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Pemanfaatan Jasa Lingkungan BBTNKS, Meri Deswita, mengatakan seluruh akses pendakian menuju Gunung Kerinci ditutup total, baik melalui jalur Solok Selatan maupun Pintu Rimba di Kayu Aro.

BACA JUGA:Bingung Pilih Pajero Sport atau Destinator? Sesuaikan dengan Medan Jalan dan Kebutuhan Harian Anda

“BBTNKS akan menutup semua jalur pendakian. Jalur dari Solok Selatan maupun Pintu Rimba di Kayu Aro juga kami tutup,” ujarnya

Menurut Meri, kebijakan ini tidak hanya berlaku di wilayah Kabupaten Kerinci. Pemerintah juga menerapkan langkah serupa pada sejumlah destinasi wisata yang berada dalam kawasan konservasi di Indonesia.

BACA JUGA:Gentala Arasi Fest 2026: Menjembatani Kejayaan Masa Lalu dan Ekonomi Digital Masa Depan

Ia menegaskan, penutupan mulai diberlakukan sejak 1 September 2026 hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Penutupan mulai 1 September 2026 hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,” katanya.

Selain menutup jalur pendakian, BBTNKS juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar sampah dan tumpukan dedaunan.

BACA JUGA:Jadi Varian Tertinggi, Ini Keunggulan Mitsubishi Destinator Ultimate Premium

Cuaca panas dan kering membuat api mudah menyebar dan berpotensi menjalar hingga ke kawasan hutan lindung.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan pula membakar tumpukan sampah dan dedaunan,” imbaunya.

Kategori :