JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan bahagia bagi tumbuh kembang anak. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (7/8).
BACA JUGA:Bupati Merangin M. Syukur Ajak Anggota Dewan Jogging 12 Kilometer dan Nikmati Keseruan CFD
Peringatan HAN tahun ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha dan masyarakat dalam memenuhi hak serta memberikan perlindungan kepada anak.
BACA JUGA:Tak Hanya Jaga Stok Migas Nasional, SKK Migas - PetroChina Jaga 'Napas' Pasien Jambi
Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., didampingi Bunda PAUD Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, mengatakan perlindungan dan pemenuhan hak anak harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurut Maulana, pola pengasuhan yang tepat menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter. Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berekspresi. Karena itu, pembangunan kota harus memperhatikan kebutuhan anak sehingga mereka memiliki ruang yang sehat untuk belajar, bermain, dan berkembang,” ujar Maulana.
Program yang dikembangkan antara lain pendidikan parenting melalui Bunda PAUD, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pendidikan, serta Program Kampung Bahagia yang diarahkan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Selain keluarga, Pemkot Jambi juga berupaya menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi anak. Taman kota, kawasan pedestrian dan ruang terbuka hijau terus dikembangkan agar dapat menjadi tempat bermain, belajar dan berinteraksi bersama keluarga.
Maulana menyebutkan, Kota Jambi saat ini telah meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Utama. Predikat tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Saat ini, Kota Jambi kembali mengikuti proses evaluasi untuk mempertahankan predikat tersebut.
Namun, di tengah berbagai kemajuan, Maulana mengingatkan tantangan pengasuhan anak semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi digital.
Orang tua, kata dia, harus mampu mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak. Pengawasan tersebut diperlukan agar teknologi memberikan manfaat bagi perkembangan anak tanpa mengurangi interaksi sosial maupun pembentukan karakter.
“Di era digital saat ini, peran ayah dan ibu menjadi semakin penting. Pengasuhan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi memerlukan dukungan lingkungan, tetangga, sekolah, dan komunitas agar anak tetap tumbuh dalam suasana yang sehat dan penuh perhatian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, M.E., mengatakan peringatan HAN menjadi bagian dari komitmen pemerintah membangun kota yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak.