PAD Tanjabtim Tembus Target, Efisiensi Anggaran Terus Diperkuat

Kamis 09-07-2026,07:58 WIB
Reporter : Maulana
Editor : Setya Novanto

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjabtim berhasil mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Target PAD tahun 2025 yang semula dipatok sebesar Rp85 miliar pada APBD murni berhasil dinaikkan menjadi Rp91 miliar pada APBD Perubahan dan terealisasi hampir 100 persen.

Kepala Badan Keuangan Kabupaten Tanjabtim, Muhammad Awaluddin, mengatakan peningkatan target PAD merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah daerah bersama DPRD setelah melihat potensi penerimaan daerah yang masih bisa dioptimalkan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat agar daerah mampu meningkatkan pendapatan tanpa membebani masyarakat.

BACA JUGA:Sita Uang Hampir Rp60 Miliar, Polisi Segel Ruangan Kerja di Kafe de'Clan Signature

"Target PAD pada APBD murni sebesar Rp85 miliar. Setelah dilakukan evaluasi, target dinaikkan menjadi Rp91 miliar pada APBD Perubahan. Alhamdulillah, target tersebut dapat tercapai hampir 100 persen berkat dukungan seluruh sektor," ujarnya.

Menurutnya, optimalisasi PAD dilakukan melalui peningkatan kinerja sektor-sektor pendapatan yang telah ada, bukan dengan menambah beban pajak maupun retribusi kepada masyarakat. Pemerintah daerah berupaya menggali potensi penerimaan secara maksimal melalui pengelolaan yang lebih efektif.

BACA JUGA:Aparat Kepolisian Sisir Kafe Hingga Money Changer Usut Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara

Selain meningkatkan PAD, Pemkab Tanjabtim juga terus menjalankan program efisiensi belanja sesuai Instruksi Presiden. Berbagai pengeluaran operasional ditekan, mulai dari perjalanan dinas, biaya rapat, hingga konsumsi kegiatan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diminta menghemat penggunaan listrik dan operasional kantor.

Tak hanya itu, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan aparatur kini lebih diarahkan digelar di Kabupaten Tanjabtim. Kebijakan tersebut diambil agar anggaran tetap berputar di daerah serta memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, khususnya sektor perhotelan dan jasa.

BACA JUGA:Bupati Agus Rubyanto Lantik 82 Pejabat di Lingkup Pemkab Tebo, Berikut Nama-Namanya

"Kalau kegiatan bisa dilaksanakan di Tanjabtim, tentu kita laksanakan di sini. Selain menghemat anggaran perjalanan, kebijakan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah," katanya.

Awaluddin menegaskan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik. Pemerintah daerah tetap berkomitmen menjalankan program pembangunan secara efektif dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga kondisi fiskal daerah tetap sehat di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.(*)

Kategori :