MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi H. Mahir, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pelaksanaan program di lapangan, tetapi juga harus didukung kualitas data dan pelaporan yang akurat.
Hal itu disampaikan Jun Mahir saat membuka Rapat Evaluasi Pelaporan Pelaksanaan Stunting melalui aplikasi Web Aksi Bangda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun 2026 di Aula Bapperida Muaro Jambi, Selasa (26/5) lalu.
BACA JUGA:Sasar 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan, BRI Kucurkan KUR Rp65,95 Triliun per April 2026
Rapat tersebut dihadiri para kepala OPD, camat, kepala puskesmas, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PUPR, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), hingga operator data kecamatan dan puskesmas se-Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam arahannya, Jun Mahir menekankan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
BACA JUGA:Oktober, 39 Desa di Sarolangun Laksanakan Pilkades Serentak
“Stunting menyangkut kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar target penurunan stunting dapat tercapai optimal melalui sistem pelaporan Web Aksi Bangda yang akurat dan akuntabel,” katanya.
Ia mengatakan, seluruh instansi terkait harus memiliki persepsi yang sama dalam pelaksanaan pelaporan data stunting. Menurutnya, validitas data menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan keberhasilan program penanganan stunting daerah.
Melalui rapat evaluasi tersebut, pemerintah daerah juga berupaya mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi operator di lapangan, sekaligus menyusun langkah taktis agar pelaporan Semester I berjalan tepat waktu.
Jun Mahir meminta seluruh peserta serius mengikuti evaluasi agar tidak terjadi keterlambatan maupun kesalahan input data yang berdampak terhadap penilaian pemerintah pusat.
“Keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari kualitas data dan laporan yang disajikan ke pemerintah pusat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi sendiri terus mendorong percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan administrasi pelaporan berbasis digital. (wan)