Relokasi Pedagang Pasar Tanjung Bajure Tersendat

Minggu 03-05-2026,19:56 WIB
Reporter : Hendri Dede Putra
Editor : Misriyanti

SUNGAIPENUH, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Upaya penertiban dan relokasi pedagang di kawasan Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh, masih menghadapi berbagai kendala. Pemerintah melalui Tim Satuan Tugas terus mendorong para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan M. Yamin agar bersedia menempati lapak di dalam area pasar yang telah disediakan.

BACA JUGA:Pasca Banjir, Bupati Hurmin Koordinasi Lakukan Percepatan Perbaikan Sekolah

Pantauan di lapangan, aktivitas jual beli di bahu jalan masih berlangsung seperti biasa. Lapak-lapak darurat tampak berjejer di sepanjang ruas jalan, menyebabkan arus lalu lintas kerap tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

BACA JUGA:Hari ke-13 Operasional Haji 1447 H, 74.652 Jemaah Telah Diberangkatkan

 Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga menimbulkan kesan semrawut pada wajah pasar tradisional tersebut.

Namun hingga kini, sebagian pedagang masih memilih bertahan di lokasi lama.

 Mereka menilai tempat baru kurang strategis karena sepi pembeli, serta mengeluhkan keterbatasan ruang lantaran lapak yang tersedia dianggap sudah terisi penuh. Bagi sebagian pedagang, lokasi lama dinilai lebih “hidup” karena telah terbentuk kebiasaan transaksi dengan pelanggan tetap.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Jumadil, mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan ratusan lapak untuk menampung para pedagang. Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut siap digunakan dan diperuntukkan bagi seluruh pedagang yang direlokasi.

“Dari total pedagang yang ditargetkan, masih ada yang belum bersedia pindah, seperti pedagang ayam, ikan, dan sayur yang jumlahnya puluhan dan masih berjualan di bahu jalan,” ujar Jumadil. 

Ia menambahkan, pendekatan persuasif terus dilakukan agar para pedagang mau berpindah ke lokasi yang telah ditentukan. Pemerintah juga membuka ruang dialog guna mencari solusi terbaik tanpa merugikan para pedagang.

Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya penataan kawasan pasar, terutama dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Selain itu, keberadaan pedagang di bahu jalan juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serta mengganggu kelancaran transportasi di kawasan tersebut.

Pemerintah berharap para pedagang yang telah mendapatkan jatah lapak segera menempati lokasi baru. Relokasi ini dinilai penting untuk mendukung penataan pasar yang lebih rapi, meningkatkan daya tarik pasar tradisional, serta mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi yang lebih tertib dan berkelanjutan di kawasan Pasar Tanjung Bajure.(Hdp)

 

Kategori :