MUARO JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kerusakan jalan di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, belum menunjukkan tanda-tanda penanganan serius.
Sejumlah ruas jalan strategis yang menghubungkan desa-desa penting berubah menjadi kubangan lumpur terutama saat musim hujan. Kondisi ini bukan hanya menghambat mobilitas sosial tetapi juga menekan aktivitas ekonomi warga.
BACA JUGA:1.324 Warga Tebo Belum Rekam e-KTP Jelang Pilkades Serentak
Jalur dari Desa Gedong Karya, Jebus, Sungai Aur hingga Simpang perbatasan Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi sorotan utama. Kendaraan kerap terjebak, distribusi barang tersendat, dan biaya transportasi melonjak.
Tokoh masyarakat Muaro Jambi, Almuttaqin, menilai pemerintah provinsi belum menunjukkan keberpihakan yang merata terhadap wilayah Kumpeh. Ia menyebut proyek multiyears yang dibangun Pemerintah Provinsi Jambi baru menyentuh sebagian besar ruas jalan tapi tidak tuntas sampai ke ujung.
BACA JUGA:Almh Citra adalah Alumni SDN 6, SMPN 2 dan SMAN 10 Kota Jambi
“Kalau kita lihat, pekerjaan itu baru dari Pudak sampai batas Jembatan Suak Kandis di Kelurahan Tanjung. Setelah itu, tidak ada kelanjutan. Sementara masyarakat di wilayah Kumpeh yang lain masih berkutat dengan jalan rusak,” kata Almuttaqin.
Menurut dia, kondisi ini tidak bisa lagi dianggap persoalan biasa. Infrastruktur jalan, kata dia, merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan hidup-matinya aktivitas masyarakat.
BACA JUGA:Dramatis! PSG Kalahkan Bayern Munchen 5-4, Leg Pertama Semifinal Liga Champions
“Ini bukan sekadar soal kenyamanan berkendara. Ini soal akses ekonomi, pendidikan, kesehatan. Semua bergantung pada jalan. Kalau jalannya hancur, semuanya ikut terhambat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu segera menetapkan skala prioritas yang jelas dalam pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang selama ini belum tersentuh.
“Kumpeh ini bukan wilayah kecil yang bisa diabaikan. Banyak desa yang bergantung pada ruas jalan itu apalagi jalan tersebut merupakan akses penghubung menuju kecamatan Berbak, Rantau Rasau kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kalau tidak segera diperbaiki, dampaknya akan terus meluas,” katanya.
BACA JUGA:Pastikan Seleksi Bebas Intervensi, Bupati Tanjab Barat Pantau Tahapan Krusial Asesmen di Jatinangor
Almuttaqin mengatakan, bahwa jalan raya memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam kehidupan karena menyangkut hajat hidup orang banyak selain sebagai urat nadi perekonomian, konektivitas antar wilayah, mengurangi disparitas atau kesenjangan antar wilayah.
Selain itu, kata dia, juga untuk memperlancar akses distribusi barang dan jasa, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan sosial, sebagai akses pertukaran budaya dan peradaban manusia.