Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hasbi Anshory (dua dari kanan) memantau metering regulating station (MRS) jargas di Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Jambi, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas
Pada kesempatan itu, Hasbi mengajak Pemda Jambi meningkatkan sosialisasi agar kesadaran masyarakat terhadap manfaat jargas semakin meningkat.
"Mari kita bersama-sama menyosialisasikan jargas ini. Berdasarkan hasil dialog dengan warga, masih ada yang takut menggunakan jargas. Padahal, gas bumi ini sangat aman. Berat jenisnya lebih kecil dari LPG, sehingga gasnya langsung menguap. Jargas ini aman, jadi perlu disosialisasikan bahwa jargas itu aman dan murah. Itu yang perlu kita ingat," sebutnya.
Untuk Kota Jambi, saat ini telah terbangun 13.000 sambungan rumah (SR) jargas menggunakan biaya APBN.
Pasokan gas berasal dari PHE Jambi Merang. Jumlah ini diharapkan bertambah menjadi 28.000 SR pada 2026, mengingat saat ini tengah dibangun jargas sebanyak 15.000 SR dengan biaya APBN.
Pengelolaan jargas Kota Jambi dilakukan oleh PT Pertagas Niaga yang bekerja sama dengan badan usaha milik daerah PT Jambi Indoguna Internasional.
Manajer Infrastruktur Jargas Pertagas Niaga Dwi Wahyono menambahkan untuk pemasangan mandiri, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp4,5 juta, tergantung panjang jaringan pipa ke rumah pelanggan.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi mengenai manfaat jargas agar lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan jargas," ujarnya.(ant)