‘’Kita berharap pembangkit di Payo Selincah tetap ada, jangan sampai direlokasi ke Aceh. Kami berharap bantuan dari Pak Fasha,’’ ujarnya.
Menanggapi hal ini, Fasha mengatakan, ia sengaja mengagendakan kunjungan kerja ke kantor PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jambi di bilangan Jambi Timur, Jumat pagi (27/2), untuk mendengarkan apa saja kendala yang dialami oleh PLN UBP Jambi di lapangan.
Kata Fasha, kemampuan dua pembangkit itu yang hanya berkisar 150 MW tak mampu mengimbangi kebutuhan Provinsi Jambi sekitar 450 MW saat beban puncak.
BACA JUGA:Terpilih Aklamasi, Khalis Mustiko Pimpin Golkar Tebo
‘’Hal ini yang melatarbelakangi kunjungan Saya ke PLN UBP ini. Berarti Provinsi Jambi mengalami devisit energi listrik sebesar 300 MW. Kekurangan ini didrop dari PLTA Sumbar dan Sumsel,’’ kata Fasha.
Fakta ini, kata Fasha, meskipun Provinsi Jambi kaya dengan sumber bahan bakar fosil (minyak, gas dan batu bara) tetapi kekurangan energi.
‘’Ini sangat ironis. Untuk itu, Saya bersama anggota DPR RI Komisi XII Dapil Jambi lainnya akan memperjuangkan agar Provinsi Jambi tidak lagi bergantung dari Sumbar dan Sumsel dengan memanfaatkan SDA yang ada,’’ jelas Fasha.
Tahap pertama, sebut Fasha, memperjuangkan Provinsi Jambi menjadi PLN wilayah. Kemudian tahap berikutnya memperjuangkan agar di Jambi ada PLTU mulut tambang, sehingga Batu bara tidak lagi dibawa ke luar dari jambi dengan mempergunakan jalan umum seperti saat ini.
‘’Apabila PLTU mulut tambang terwujud, maka Provinsi Jambi akan ‘Mandiri Energi’ dan bisa mensuplay provinsi terdekat, ini salah satu solusi untuk mengatasi devisit energi listrik di Provinsi Jambi,’’ sebut walikota Jambi periode 2003-2013 itu.
Fasha kembali menegaskan, tujuannya melakukan Kunker ke PLN UBP Jambi ini memang dalam rangka mendengar aspirasi dari PLN yang notabenenya merupakan mitra Komisi XII.
‘’Aspirasi dari bapak semua tentu akan Saya sampaikan ke pusat,’’ ujarnya.
Terkait relokasi pembangkit, Fasha langsung menghubungi salah satu petinggi PLN di Jakarta via handphone. Nantinya, ia berjanji akan membicarakan masalah itu di Jakarta.
BACA JUGA:Zakat Fitrah Muaro Jambi Tertinggi Rp57.600 per Jiwa
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI lainnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Cek Endra, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan secara penuh realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang.
Bahkan sudah diperjuangkannya sejak jadi Bupati Sarolangun yakni terletak di Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Proyek berkapasitas 2x300 Megawatt (MW) atau kapasitas 600 MW beban puncak ini dinilai sebagai solusi mutlak untuk mengatasi masalah defisit pasokan dan beban puncak listrik di Provinsi Jambi.
"Untuk projek PLTU Mulut Tambang 2x300MW di Kabupaten Sarolangun , sudah termasuk dalam agenda Kementerian ESDM, dan sampai sekarang saya belum update sudah sampai dimana prosesnya, semoga di tahun 2026 dpt segera dimulai projek nya, karena untuk perizinan dan lokasi lahan sudah dimiliki," ujar Cek Endra kepada Jambi Ekspres.