Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Nurizky Permanajati mengatakan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen, sedangkan Kabupaten Paser menyentuh 23,4 persen.
Angka itu masih di atas rata-rata nasional dan ambang batas WHO sebesar 20 persen. Sebagai upaya intervensi, sebanyak 936 keluarga di Kabupaten Paser menjadi target untuk mendapat bantuan melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
BACA JUGA:Ramadhan, PTPN IV Regional IV Tadarusan 'One Day One Juz'
"Sehingga, kehadiran PTPN IV PalmCo sangat membantu meringankan beban ini dan kami harap dapat menjadi praktik baik yang direplikasi oleh mitra bisnis lainnya," kata Nurizky.
Senada, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Paser, Amir Faisol menyambut baik sinergi itu sebagai amunisi tambahan bagi daerah dalam mengejar target penurunan angka stunting.
"Kami sangat optimis percepatan penurunan angka stunting di Paser dapat dicapai tahun ini," kata Amir.
Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan menjelaskan implementasi program di Kabupaten Paser menyasar 100 KRS dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan.
Skema itu dirancang untuk memastikan perbaikan status gizi keluarga berlangsung secara konsisten dan terukur. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh paket makanan bergizi berkala setiap bulannya.
"Paket bantuan itu meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit guna mendukung kebutuhan pangan keluarga," kata Sudarma. (*)