KUALATUNGKAL, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) menggelar kegiatan Safari Ramadan di Desa Parit Pudin, Kecamatan Pengabuan, Sabtu (28/02). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan yang tengah dan akan dilaksanakan.
Safari Ramadan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanjab Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., didampingi Dandim 0419/Tanjab, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para Kepala OPD, Kabag di lingkungan Sekretariat Daerah, Ketua Baznas, MUI Tanjab Barat, Camat Pengabuan, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Pengabuan, perwakilan perbankan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya.
BACA JUGA: Harga BBM Naik Rp 350-1.000/Liter, Berikut Harga Baru BBM di SPBU Se Indonesia 1 Maret 2026
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat meskipun pada tahun 2026 terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kebersamaan masyarakat Desa Parit Pudin dan sekitarnya. Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” ujarnya.
BACA JUGA:Sinergi PTPN IV PalmCo-TNI Bangun Jembatan Bailey, Akses 3 Desa Langkat Pulih
Wabup Katamso menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir, pemerintah daerah telah berupaya merealisasikan berbagai program prioritas, terutama di sektor infrastruktur dan pelayanan publik.
Pada tahun sebelumnya, alokasi anggaran yang cukup besar difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti peningkatan dan pengaspalan jalan serta perbaikan fasilitas umum. Namun, pada tahun ini terjadi penurunan signifikan APBD kabupaten dari sekitar Rp2,2 triliun menjadi Rp1,2 triliun. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya anggaran untuk pembangunan fisik baru.
“Kondisi fiskal memang menurun, namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami. Justru ini menjadi tantangan untuk lebih inovatif dan mengoptimalkan potensi daerah,” jelasnya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah pusat serta penguatan sektor ekonomi masyarakat.
Perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan fasilitas umum tetap menjadi prioritas, meskipun dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Selain itu, program sosial dan pemberdayaan masyarakat juga terus diupayakan agar berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Katamso juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya normalisasi sungai yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendorong percepatan normalisasi sungai serta perbaikan drainase untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini meresahkan masyarakat.