Pengembangan Kampung Wisata Agroeduwisata Saung Padi

Kamis 26-02-2026,13:28 WIB
Reporter : Maulana
Editor : Misriyanti

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Tanjabtim mengembangkan salah satu pariwisata dalam bentuk agroeduwisata yang menggabungkan antara kegiatan pertanian dan pendidikan. agroeduwisata merupakan konsep yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Ini salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Padi Saung Kito Teluk Dawan. 

BACA JUGA:Perkuat Pengawasan Notaris, Kakanwil Kemenkum Jambi Pimpin Rapat Pembentukan Tim Pemeriksa MKNW Provinsi Jambi

Menurut Drs. Arman salah satu keunggulan dari agroeduwisata adalah dapat meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk pertanian dan peningkatan nilai tambah produk pertanian. Dengan adanya kegiatan pariwisata di area pertanian, petani dapat menjual produk pertanian mereka langsung kepada wisatawan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani secara langsung.

BACA JUGA:Transformasi Digital AHU Link, Kakanwil Kemenkum Jambi Hadiri Webinar Petunjuk Teknis Layanan Perseroan

"Selain itu, dengan adanya kegiatan pariwisata di area pertanian, petani juga dapat memperoleh pendapatan tambahan dari jasa wisata yang mereka tawarkan, seperti wisata petik buah dan wisata belajar bertani," katanya.

Namun, ditengah badai efisiensi anggaran ini meskipun agroeduwisata memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur dan fasilitas pendukung untuk mengembangkan agroeduwisata di Saung Kito. 

"Diperlukan adanya investasi dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung, seperti jalan, pengairan, dan sarana pariwisata untuk mendukung pengembangan agroeduwisata di Saung Kito Teluk Dawan," jelasnya.

Saat ini Dinas Parbupora Tanjabtim melalui Bidang Pariwisata menyusun beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan pertanian berwawasan agroeduwisata antara lain pengembangan agrowisata sebagai sarana pendidikan dan promosi pertanian; pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian dan promosi agrowisata; pelatihan dan pendampingan bagi petani dalam mengembangkan agrowisata di lahan pertanian mereka dengan menerapkan strategi yang tepat, mengatasi tantangan yang ada, dan melihat masa depan yang cerah, pertanian berwawasan agroeduwisata memiliki potensi untuk menjadi salah satu sektor unggulan dalam perekonomian suatu Tanjabtim. 

 

"Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan visi pertanian berwawasan agroeduwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing," ungkapnya.

Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai konsep pertanian berwawasan agroeduwisata, keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan informasi mengenai agrowisata, masalah regulasi dan kebijakan yang belum mendukung, dan persaingan dengan sektor pariwisata konvensional yang lebih mapan.

Agroeduwisata juga dapat menjadi awal bagi pengembangan agroindustri dan agrobisnis di daerah tersebut. 

 

"Dengan adanya edukasi tentang proses pertanian, masyarakat dapat lebih menghargai produk pertanian lokal dan berpotensi untuk mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian," terangnya.

Salah satu manfaat utama agroeduwisata adalah nilai edukasinya. Dengan mengunjungi peternakan dan lokasi pertanian, wisatawan dapat belajar tentang berbagai praktik pertanian, budi daya tanaman, dan pengelolaan ternak. Pengalaman langsung ini memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang proses pertanian dan tantangan yang dihadapi para petani.

Kategori :