JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jambi (Unja) menggelar workshop multipihak bertajuk Perspektif dan Kesepahaman para Pihak terkait Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Graho Nyabu di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Provinsi Jambi.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Dipengaruhi Komitmen Kerja Sama AS-Indonesia
"Kegiatan ini bertujuan membangun kesepahaman dan kesepakatan antara Unja, pemerintah daerah, serta PT EDC selaku pengelola energi panas bumi (geothermal) di kawasan Graho Nyabu," kata Humas Unja Tri Imam Munandar di Jambi, Rabu, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Jambi-Sumbar Perlu Kolaborasi Jaga Sungai Batanghari Dari Pencemaran
Dalam paparannya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unja Prof Depison menekankan pentingnya membangun kesepahaman dalam kerja sama pengembangan energi panas bumi tersebut, dimana sumber energi diperlukan dan perlu dikelola dengan baik.
"Dalam pengelolaannya, perlu memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, kesepahaman antar-pihak dapat tercapai dan pembangunan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Dekan Faperta Unja Dr Forst Bambang Irawan bahwa workshop ini menjadi wadah untuk menyatukan persepsi dan menyusun kesepakatan terkait perancangan program geothermal di kawasan TNKS, dan memahami bersama bahwa kebutuhan energi bersih diperlukan untuk masa mendatang.
"Namun, kita juga perlu memperhatikan bahwa kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan kawasan konservasi yang termasuk dalam warisan dunia,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Inspektorat Kabupaten Merangin Jaya Kusuma berharap pengembangan PLTP ini dapat memberikan dampak positif di berbagai sektor, mulai dari lingkungan, pariwisata, hingga penguatan energi terbarukan di daerah.
“Dengan adanya geothermal ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Kerinci, yang juga akan berpengaruh pada sektor pariwisata, khususnya di wilayah Jangkat. Melalui kesepahaman ini diharapkan kita dapat menghijaukan hutan dan menjaga alam bersama-sama,” kata Jaya Kusuma.
Workshop dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber, antara lain mengenai Rencana Strategis Alih Energi Menuju Energi Baru dan Terbarukan di Provinsi Jambi, Regulasi Pemanfaatan Kawasan Konservasi untuk Jasa Lingkungan Sumber Energi Panas Bumi, Potensi Panas Bumi Graho Nyabu sebagai Sumber Energi Listrik yang Bersih dan Ramah Lingkungan, serta Dampak Pemanfaatan Kawasan terhadap Flora dan Fauna.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti diskusi kelompok untuk memperdalam berbagai perspektif terkait pemanfaatan kawasan konservasi sebagai sumber energi. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing membahas aspek sosial budaya masyarakat, ekologi, serta sosial ekonomi.
Melalui workshop dan diskusi ini, Unja menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan energi panas bumi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat Jambi.
Workshop dibuka Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Unja Prof Dr. Depison dihadiri sejumlah pejabat Unja serta sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Bupati Kerinci Murson, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Tandry Adi Negara, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Jambi (TNKS) M. Zainuddin, Graho Nyabu Project Manager PT EDC Indonesia Dimas Ajiputra Samsudin Toengkagie.(ant)