BACA JUGA:CFD CitraRaya Jambi Spesial Imlek, Hadirkan Barongsai dan Pohon Angpau
Monitoring juga dilakukan ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tegalsari, Kota Tegal. Di lokasi itu ditemukan prosedur yang belum sesuai regulasi, yakni penggunaan surat kuasa yang tidak tepat oleh kelompok nelayan dalam pengambilan BBM.
“Telah disampaikan kepada pengelola agar ke depan selalu dicek bahwa penerima surat kuasa adalah salah satu nelayan yang merupakan wakil dari kelompok nelayan yang berhak memperoleh BBM subsidi dan kompensasi . Selain itu, aspek kebersihan dan beberapa fasilitas juga diminta untuk segera diperbaiki,” pungkas Erika.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan di SPBU di rest area KM 338 Tol Trans Jawa dan SPBU Jalan Tegal-Cilacap. Di KM 338, penyaluran BBM tercatat hampir 100 KL per hari untuk seluruh produk, dengan solar menjadi penjualan tertinggi, berkisar 70-75 KL per hari.
Erika memberikan catatan terkait penyesuaian posisi Closed-Circuit Television (CCTV) guna meningkatkan pengawasan.
BACA JUGA:Hantam Bremen 3-0, Harry Kane Borong Dua Gol
“Kami juga tadi melihat bahwa CCTV posisinya perlu diperbaiki. Jadi ini juga kami sampaikan kepada pengurusnya, akan kita cek juga nanti menjelang hari raya untuk memastikan perbaikan telah dilaksanakan,” kata Erika.
Manager IT Semarang Judha Widjayanto memastikan kesiapan operasional. “Kami menyiapkan skenario normal, termasuk pengalihan suplai, tambahan mobil tangki, hingga monitoring stok real time. Prinsipnya, distribusi ke masyarakat tidak boleh terhenti,” ujarnya.
Diskusi juga dilakukan dengan Sales Area Manager Regional Tegal Pertamina Patra Niaga Aris Ilmi terkait kesiapan penerapan asersi nozzle, di mana hampir seluruh penyalur di Jawa Tengah telah siap untuk asersi nozzle, kecuali penyalur di Karimun Jawa dan SPBU Nelayan yang masih harus ditingkatkan sarana prasarana digitalisasinya.
Sementara, Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud menegaskan komitmen daerahnya untuk menggunakan XStar 100 persen.
"Jangan sampai setelah disosialisasikan masih ada pertanyaan di lapangan karena masyarakat belum paham. Keberhasilan kita justru ketika semua berjalan tanpa kendala,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Hilir Migas Abdul Halim dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawa Tengah Riswanto. (*)
Oleh Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor : Zaenal Abidin