MEDAN, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengukuhkan dua guru besar bidang teknik energi terbarukan dan manajemen pendidikan di Medan, Jumat.
Kedua guru besar yang dikukuhkan tersebut adakah Guru Besar Teknik Energi Terbarukan Prof Suwarno dan Guru Besar Manajemen Pendidikan Prof Indra Prasetia.
BACA JUGA:Agung Jaya X MD Billiard and Cafe, Tournamet 9 Ball
Rektor Prof Agussani dalam kesempatan itu mengatakan dengan dikukuhkannya dua guru besar tersebut, makasih saat ini UMSU memiliki 27 dosen bergelar profesor.
" Ini menjadi salah satu komitmen UMSU dalam mendorong riset, inovasi, dan transformasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan," katanya, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Mutasi Polri, Kapolda Papua Barat jadi Kadiv Humas Polri
Ia menyampaikan kebahagiaannya atas dikukuhkan para guru besar. Dia mengatakan, ini pengukuhan yang istimewa dan dia sangat menikmati orasi ilmiah yang disampaikan.
Menurutnya pengukuhan guru besar memiliki makna strategis bagi penguatan riset dan inovasi universitas.
“Alhamdulillah, menjadi university riset dan inovasi menjadi cita-cita kita bersama. Roadmap UMSU 2028–2033 bukan sekadar mimpi, tetapi mimpi bersama yang sedang kita wujudkan,” katanya.
Dia berharap orasi ilmiah para guru besar yang dikukuhkan terkait energi terbarukan dan manajemen kepemimpinan tidak hanya konsep rektor dalam ruangan, tapi dapat diimplementasikan dan menghasilkan inovasi nyata.
Pada kesempatan ini, Prof. Agussani juga menyampaikan perkembangan UMSU menuju world class university yang telah meraih QS Asia peringkat ke-445, terkait rencana pembukaan tujuh program studi spesialis di FKIK.
“Target kita tahun ini setidak-tidaknya membuka 7 program studi spesialis sudah ada di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMSU. Ini butuh dukungan bersama,” ujarnya.
Di Sumatera Utara, hanya ada dua Universitas salah satunya UMSU yang mendapatkan kepercayaan oleh Kemdiktisaintek untuk melakukan akselerasi prodi Spesialis Kedokteran.
Sebelumnya, FKIK UMSU sudah melakukan evaluasi lapangan untuk prodi Spesialis Ilmu Bedah dan Paru-paru serta mendapatkan Izin pembukaan prodi kebijakan dan manajemen pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
“Kita juga sudah merencanakan untuk membuka Fakultas Psikologi dan Keperawatan. Dengan pembukaan prodi spesialis, kami berazam mendirikan rumah sakit terpadu yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, dan layanan kesehatan,” katanya.