BTN Tegaskan Komitmen Transisi Perbankan Berkelanjutan

Jumat 23-01-2026,15:03 WIB
Reporter : Tim
Editor : Misriyanti

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya mendukung transisi ke industri perbankan nasional yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip green banking atau praktik perbankan yang ramah lingkungan.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Jambi Naik Lagi Jadi Rp3.493,42/Gram, Ini Harga Baru TBS 23-29 Januari 2026

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, menjelaskan pihaknya menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih ESG Rating AA berdasarkan MSCI ESG Ratings pada 2025.

"Karena faktor utama yang sudah clear yaitu BTN tidak membiayai sektor-sektor yang membuat langit jadi kotor. Kami tidak punya portofolio sama sekali di batu bara dan sawit, artinya kami tidak masuk ke sektor ekstraksi bumi," ujar Nixon, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:Update Harga Emas di Pegadaian Jumat 23 Januari 2026, Hari Ini Kompak Anjlok

Di samping itu, 90 persen portofolio BTN berada di sektor perumahan dan konstruksi yang mayoritas disalurkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal ini menguatkan posisi BTN sebagai pemain utama di unsur sosial dalam lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Sementara, 10 persen portofolio lain di luar perumahan umumnya masih berkorelasi dengan sektor yang sama.

"Contohnya, BTN membiayai korporasi yang membangun distribusi air untuk perumahan. Kami juga ikut di sindikasi kredit untuk PLN namun untuk distribusinya, bukan power plant-nya," jelasnya.

Faktor berikutnya adalah penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam proses bisnisnya melalui berbagai program, contohnya Rumah Rendah Emisi yang ditargetkan jumlahnya dapat mencapai 150.000 unit hingga 2029.

Lewat program itu, BTN memberikan pembiayaan berbunga rendah kepada pengembang yang menggunakan material dari plastik daur ulang. Bank juga bekerja sama dengan perusahaan rintisan yang mengolah sampah-sampah tersebut menjadi bahan bangunan eco-friendly.

Terbaru, BTN telah memulai program Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu. Program ini memungkinkan pemilik rumah KPR BTN mengumpulkan sampah rumah tangga yang akan diolah dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan debitur untuk mengurangi ansuran sekitar 10-15 persen per bulan.

Faktor terakhir, menurut Nixon, adalah penerapan prinsip ESG dalam operasional bank. Contohnya, pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi, kendaraan listrik untuk kendaraan operasional, dan pemasangan panel surya di kantor-kantor BTN.

Pada sisi aspek sosial, BTN juga memastikan keseimbangan gender karyawan yang saat ini komposisinya hampir 50-50 antara pria dan wanita, serta mempekerjakan karyawan disabilitas.(ant) 

 

Kategori :