JAMBI, JAMBIEKSPRES.DISWAY.ID - Mengalami trauma psikis, cedera fisik dan tak ada juga upaya mediasi sejak melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Rabu (14/1/2026), Agus Saputra didampingi kakak kandungnya Nasir akhirnya resmi melapor tindak kekerasan dan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jambi pada Kamis malam.
Agus diperiksa selama kurang lebih lima jam. Kata Nasir, adiknya mengalami trauma berat bahkan sempat pusing saat melakukan BAP di depan penyidik.
Agus katanya juga masih mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh diantaranya muka, tangan dan punggung, kini semua juga masih sakit-sakit. Semua hasil visum rumah sakit juga telah diserahkan ke pihak kepolisan.
Agus kini merasa malu karena video pengeroyokan terhadap dirinya telah beredar luas. Pantauan media ini, terakhir video perwakilan siswa mengusir Agus untuk segera pindah dari sekolah pasca jadi korban pengeroyokan juga beredar.
Sebelumnya Agus sempat mengatakan masih akan berpikir panjang untuk melaporkan pelaku pengeroyokan.
Hampir 16 tahun mengajar, Agus mengaku baru kali ini menampar siswa, itu pun ia lakukan spontan akibat salah satu siswa di tengah jam pelajaran meneriakkan kata tidak sopan dan merendahkan martabatnya sebagai seorang pendidik.
Mengalami kekerasan, luka cedera dan lebam di beberapa bagian, bahkan juga mengalami trauma secara psikis akibat dikeroyok, apakah Agus akan membawa aksi kekerasan ini ke ranah hukum? Ia menjawab masih berpikir panjang untuk melakukan itu.
“Mereka saya didik bertahun-tahun. Secara psikologis mereka masih butuh bimbingan. Kalau ke ranah hukum, itu keputusan berat,” ujarnya. Namun ia juga tak bisa menganggap sepele atas perlakuan yang telah ia terima dan telah melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi sambil berpikir lagi untuk langkah berikutnya.