Ia menegaskan bahwa penyaluran dilakukan langsung ke lokasi bencana, termasuk daerah yang aksesnya masih tergolong berisiko.
"Terima kasih kepada PTPN IV dan para donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ke lokasi bencana yang diantaranya masih dalam status berbahaya," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Al Fatah juga menyampaikan bahwa BPC masih membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk penyaluran bantuan lanjutan, mengingat kondisi bencana di Kabupaten Agam belum sepenuhnya berakhir.
BACA JUGA:Tanggap Darurat Pasaman Barat 2 Minggu, PTPN IV Regional 4 Salurkan Bantuan
"Kedepannya kami masih membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan para donatur untuk menyalurkan bantuan kepada korban-korban terdampak bencana yang hingga saat ini masih berlanjut," sebutnya.
Beberapa titik di Kabupaten Agam masih berada di zona berbahaya. Bahkan, hingga saat ini masih terjadi banjir bandang susulan di sejumlah lokasi, sehingga meningkatkan risiko bagi masyarakat setempat dan tim relawan yang bertugas.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebutuhan dasar korban bencana yang hingga kini masih tergolong mendesak.
Ketua BPC menyoroti keterbatasan logistik dan perlengkapan yang dibutuhkan korban untuk bertahan dalam masa tanggap darurat.
“Saat ini, korban di lapangan masih membutuhkan logistik, selimut dan perlengkapan lainnya untuk kehidupan selanjutnya,” katanya.
Selain fokus pada lokasi terdampak langsung, BPC dan PTPN IV Riau juga menyalurkan bantuan ke rumah-rumah singgah di Lubuk Basung yang disiapkan secara swadaya oleh masyarakat.
Rumah singgah tersebut digunakan untuk menampung korban banjir bandang yang membutuhkan rawat jalan di rumah sakit.
"Tadi kami juga menyalurkan bantuan untuk tiga rumah singgah yang ada di Lubuk Basung, di mana disana masih terdapat korban-korban yang tinggal sebatang kara dan masih memerlukan perawatan lebih lanjut ke rumah sakit,” ucapnya.
Kolaborasi antara PTPN IV Riau dan Bukittinggi Press Club diharapkan dapat menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam membantu korban bencana banjir bandang di Sumatera Barat.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan terhadap situasi darurat yang masih berlangsung di Kabupaten Agam.(*)